open mind

Pentingnya sebuah komunitas “perawat pembelajar”

Ong Rosyadi 
Perawat adalah komunitas yang paling banyak di hampir semua rumah sakit, bukan berarti sebagai komunitas yang paling banyak profesi ini akan menjadi komunitas yang mempunyai dominasi yang cukup berarti. Profesi ini dikenal oleh masyarakat terutama di Indonesia hanya sebagai bagian dari rumah sakit yang “biasa saja”, atau kalau kita lihat di sinetron profesi ini digambarkan sebagai perempuan berbaju putih yang memegang map dan berjalan sliwar-sliwer berlenggok di depan kamera seakan tidak jelas ke mana arahnya.

Apakah seperti itu wajah perawat? Kalau anda setuju dengan saya …..tentu bukan seperti itu wajah perawat

Ternyata banyak persepsi masyarakat yang memandang profesi ini dengan sebelah mata, atau mungkin perawat di rumah sakit terlalu disibukkan dengan urusan rutinitas yang terkait dengan pekerjaan mengurusi pasien, mengurusi keluarga pasien, mengurusi dokter, mengurusi bangsal, serta mengurusi tetek mbengek sampai bisa kurus ngurusi banyak hal (tapi perawat yg gendut-gendutbanyak juga ya.. :D) sehingga kita tidak sempat untuk membuat pencitraan yang lebih posititf tentang perawat kepada masyarakat.

Mungkin itu terlau rutinitas…rutinitas ..rutinitas ..dan…rutinitas . So… apa salahnya kalau kita just rutinitas ?

Maka siap-siap sajalah kita akan menjadi profesi yang statis alias tidak berkembang, kita banyak di jumlah tapi minim di pengembangan, inovasi, kreatifitas, maka jangan disalahkan kalau masyarakat melihat profesi kita tidak lebih dari yang digambarkan di sinetron yang top rating sekalipun.

Lalu apanya yang urgen dari sebuah komunitas perawat yang pembelajar ?

Wacana tentang komunitas keperawatan telah lama didengungkan oleh Prof Ma’arifin Husein sejak beberapa tahun yang lalu, dan konsep tentang Komite Keperawatan ;sebagaimana di rumah sakit juga ada Komite Medis; bukanlah suatu barang yang ilegal karena Komite Keperawatan sendiri mempunyai dasar hukum yang cukup kuat, yaitu salah satunya berdasar Kep Mendagri No. 1 tahun 2002. Dalam Kep Mendagri tersebut menyebutkan bahwa di Rumah Sakit terdapat Komite Medis, dan Komite Keperawatan. Komite Keperawatan disebutkan adalah merupakan kelompok profesi perawat/bidan yang anggotanya terdiri dari perawat, bidan, dan mempunyai tugas membantu direktur menyusun standar keperawatan, pembinaan askep, dan pembinaan etika.

Kenapa mesti menjadi komunitas perawat yang pembelajar ?

Ada banyak alasan, secara simpel bisa dijelaskan begini : bahwa tidak ada pakem yang resmi tentang seperti apa Komite Keperawatan itu, karena tidak ada pakem tentuk wujud ini ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi bila anda akan mengembangkan Komite Keperawatan

Pertama kita menginginkan terbentuknya suatu komunitas Komite Keperawatan, karena barangnya tidak pernah kita lihat maka tidak jadi bergerak diam di tempat dan wacana kembali menjadi wacana

Kedua kita sudah membentuk dan mendirikan Komite Keperawatan tetapi kita tidak pernah tahu ini barang seperti apa, sehingga ya… sudah berdiri ada orang ada rencana, tetapi tidak ada kegiatan yang dirasakan manfaatnya oleh komunitas perawat

Ketiga ini yang lebih disarankan kelihatannya.. kita tidak tahu pada awalnya kita coba diadakan Komite Keperawatan di rumah sakit kita dan terus belajar, terus belajar untuk bisa berkembang dan mencari bentuk yang pas sesuai dengan rumah sakit kita. Banyak hal yang perlu kita pelajari ternyata, dari bagaimana teman-teman kita bisa sepakat dengan konsep ini, bagaimana struktur yang akan kita jalani, apa kerjaan kita, apa sasaran kita, apa outcome kita dan ingat ternyata belum ada pakemnya, sehingga kebebasan kita untuk berekspresi, mengembangkan diri dan terus belajar adalah yang terbaik. Yang paling penting adalah bagaimana Komite ini bisa dirasakan manfaat oleh komunitas perawat dan berdampak positif bagi kemajuan rumah sakit.

Seperti apa bentuk Komite Keperawatan yang paling baik?

Tentunya yang bisa diakomodasi dan diapresiasi dengan baik dan bermanfaat bagi komunitas yang terbanyak di rumah sakit kita.

Apakah Komite Keperawatan perlu ada di Rumah Sakit anda ?

Tentunya perlu, apakah harus? Tentunya keharusan ini harus betul-betul dipahami dan disadari oleh banyak perawat sehingga keharusan ini bukan merupakan “keharusan” tetapi merupakan “kesadaran” akan pentingnya Komite Keperawatan di sebuah rumah sakit.

Rumah Sakit Banyumas telah sejak 1999 mengaplikasikan Komite Keperawatan, meskipun masih jauh dari sempurna dan banyak keterbatasan, akan tetapi kami meyakini kami hanyalah komunitas perawat yang belajar dan terus belajar untuk menjadi lebih baik…

Kalau tidak mulai dari sekarang kapan lagi, bagaimana dengan perawat dan rumah sakit anda ??

About these ads
Standar

10 thoughts on “Pentingnya sebuah komunitas “perawat pembelajar”

  1. septia rahmad m berkata:

    Aslmkm, wr,wb

    Adinda adalah seorang mahasiswa keperawatan, adinda mw nanya apakah ada situs di internet buat perawat, sehingga dengan situs ini adinda atw perawat atw cln prwt, mendapat informasi yang baru ttg dunia keprwtn, ttg lowngn pekrjaan di dalam maupun luar dan dengan situs ini juga bisa jadi ajang pembelajaran seperti adanya tanya jawab dengan pakar kepr, ttg apa saja yang ingin diketahui oleh anggota situs ini, n juga situs ini juga bisa untuk ajang silaturrahmi.

    sekian dulu, makasi

    wassalam

  2. Jason berkata:

    Saat ini, Ketua Komite Perawatan RSU Banyumas sudah akan sejajar dengan Bidang Perawatan lho. So tentunya tentang tunjangan insentifnya juga.

    Bahkan kita sedang membangun untuk tidak ada lagi dikotomi Bidang dan Komite. Tapi semuanya bersama-sama membangun keperawatan yang lebih independen dan lebih maju.

    Sehingga….sekarang ada tiga komponen yang berjalan bersama dan selalu terlibat bersama dalam aktifitas perawatan yaitu : Bidang Perawatan, Komite Perawatan dan Komunitas Perawat Profesional.

    Tapi….. jangan bangga dulu Bos… karena mulai ada yang ga suka lho. Ada e-mail masuk ke Direktur, yang intinya ngomongin katanya komite-komitean, mborosin uang negara karena aktif di blog. he.he.he

  3. blog yg menarik, semoga bermanfaat bagi para perawat dan masyarakat pd umumnya. Dari web tetangga sebelah. Mohon izin untuk inyong pasang link di web inyong. Kesuwun

  4. yasir arifin berkata:

    hai… teman sejawat ni aku yasir ingin bergabung di komunitas ini.. dan aku juga mau bertanya kepada teman sekalian, gimana ya cara membuat skripsi soalnya aku sangat bingung untuk mencari judulku.. buat teman sekalian bagi ceritanya dong tentang membuatjudul aku tunggu ya yasir.arifin@yahoo.co.id

  5. Anonymous berkata:

    kunci sukses mbuat sekripsi tidak hanya dipikirkan tetapi dilakoni….sepanjang kamu hanya memikirkan, tak ada hasil yang didapat

  6. Takur berkata:

    Assalamu’alaikum wr.wb…..? Maju teruuss saudaraku [ maju tak gentar mmbela yg BENAR ] Setiap prubahan pd perawat mstinya ada yg suka maupun tk suka tpi dngan adanya prestasi-2 yg dicapai slama ini diharapkan adanya perubahan dri ANTIPATI mjadi SIMPATI . Obama aja bsa mnang..,..? msa hri gini msih ada yg bingung tntang komite prawatan. ” BUKTIKAN MERAHMU ?! ” apa hubunganya yaa.,..??…..embuh ?!. Salam buat Kang Jason….buat Kang Heri sing biasa sarungan….arep ngiklana wedus apa kang ?? Sbntar lagi qurban ….? Slam knal semuanya …Wassalam. Wr. Wb.

  7. hariyono berkata:

    ass.wr.wb. saya sangat gembira dan senang sekali. dan menjadi kebangggaan sebagai perawat,melihat teman2 sejawat berjuangan demi kepentingan sesama profesi. salam kenal aryo di lamongan

  8. ass.saya sngt bangga jdi perawat, untuk itu Z harap undang-undang keperawatan segera di sahkan, aku jg berharap agar nasib perawat harus diprhtikan,,,,,,, salam kenal, Z kuliah distikes mandala waluya kendari.

  9. sigit purnomo berkata:

    terimakasih sebelumnya dan mohon maaf, ingin ikut ngangsu kaweruh melalui blog ini, mohon sekiranya kepada para senior keperawatan agar saya diberi pemahaman yang lebih luas lagi tentang fungsi dan struktur serta hal lainnya tentang komite keperawatan untuk membenahi sistem keperawatan di instansi saya. terimakasih.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s