Kenapa tidak semua Rumah Sakit mempunyai Komite Keperawatan?
Ong Rosyadi
Pagi ini acara morning meeting dan preconference dengan PN di ruang sempat tertahan karena Bung Heri mengajak saya untuk berdiskusi tentang Komite Keperawatan. Ada pertanyaan yang cukup mendasar bagi saya yang dilontarkan oleh bung Heri.
Beliau bertanya begini, ” Kalau dasar berdirinya Komite Keperawatan cukup kuat yaitu Kep Mendagri No. 1 tahun 2002 disitu mensyaratkan sebuah rumah sakit daerah harus mempunyai Komite Medis dan Komite Keperawatan, kenapa tidak semua rumah sakit punya Komite Keperawatan, misalnya rumah sakit sebelah kita yang notabene merupakan rumah sakit profinsi. Kenapa malah yang menjadi hal yang jamak adalah yang dikembangkan adalah bidang atau Kasi keperawatan dalam struktur organisasinya dan Komite Keperawatan lebih umum diletakan pada “kotak” kelompok jabatan fungsional tanpa gambaran struktur yang jelas?”
Sebentar saya tertegun mendengar pertanyaan ini. Iya.. ya kenapa, sempat saya berpikir. Kemudian saya jawab kalau itu jawaban pasti tidak saya ketahui, dan saya sampaikan juga bahwa di sebuah rumah sakit bahkan ada yang nama Bidang / Kasi Keperawatan diganti istilah menjadi Komite Keperawatan, dan tentunya yang lebih umum di rumah sakit ada Bidang atau Kasi Keperawatan tanpa adanya Komite Keperawatan.
Yang jelas Komite Keperawatan ini adalah organisasi fungsional yang ada atau tidak keberadaannya di sebuah rumah sakit tentunya tergantung dari profesi keperawatan yang ada di situ apakah mempunyai keinginan untuk berkembang atau tidak. Bila kita lihat dari sisi ini kesadaran dan aktualisasi profesi berperan di sini untuk “mengadakan” Komite Keperawatan di sebuah rumah sakit.
Ini berbeda dengan Bidang / Kasi Keperawatan, Bidang / Kasi keperawatan adalah jabatan struktural yang merupakan alat / struktur dari manajemen rumah sakit untuk menjalan tugas dan fungsinya sebagai perpanjangan fungsi manajemen, sehingga arahan kebijakan yang diambil adalah cenderung kearah kebijakan makro rumah sakit, dan sedikit mempresentasikan “keinginan” atau harapan profesi dalam hal ini keperawatan.
Sebagai contoh yang cukup jelas adalah bila kita melihat Komite Medis. Bila kita lihat Komite Medis merupakan merepresentasikan komunitas profesi medis yang independent yang tentunya berfungsi untuk mengakomodasi kepentingan profesi medis di kancah sebuah rumah sakit. Meskipun ada anggota Komite Medis yang duduk di struktural, Komite Medis tetap berperan sebagai kunci pengambilan keputusan profesi Medis di rumah sakit. Hal ini mungkin karena profesi ini sudah lebih mapan dibandingakan dengan perawat.
Kondisi seperti ini sedikit berbeda bila kita lihat di dunia keperawatan. Hampir sebagian besar perawat di rumah sakit lebih menjiwai sebagai seorang “pekerja” dari pada seorang profesional. Tipe pekerja lebih berorientasi kepada rutinitas dan pekerjaannya, sehingga mohon maaf bila diajak bicara tentang pengembangan profesi mereka sudah kehabisan energi karena mengurusi pekerjaan mereka. Hal yang perlu diingat tipe pekerja tentunya lebih menurut kepada mandor atau pengawasnya. Ini berbeda dengan Medis, ada anekdot yang mengatakn profesi ini katanya susah di atur, mungkin karena indepensi dan aktualisasi profesinya.
Lalu bagaimana dengan perawat? Saat ini perawat di rumah sakit sudah semakin tinggi pendidikannya, dari yang level S1 Ners , S2 spesialis. Geliat akan kesadaran dirinya sebagai profesi semakin menggelora, dan mengaktualisasikannya melalui wadah Komite Keperawatan.
Bukan tanpa konsekwensi kalau kita mendirikan Komite Keperawatan di rumah sakit kita, tentunya tantangan baik dari profesi maupun dari profesi perawat itu sendiri tentunya harus siap kita hadapi. Tantangan terbesar sesungguhnya adalah datang dari teman kita satu profesi, kultur Komite Keperawtan akan mengarah kepada pengembangan dan kepentingan profesi keperawatan, hal tersebut sedikit banyak akan terdapat beda pendapat dengan kultur birokrasi dari struktural keperawatan dalam hal ini Bidang / Kasi Keperawatan.
Tantangan yang tidak kalah menariknya adalah dari teman-teman kita perawat yang berada di arus rutinitas kegiatan di bangsal, instalasai, adalah bagaimana meyakinkan mereka bahwa kegitan komite adalah untuk kepentingan perawat banyak, bukan kepentingan perseorangan yang kebetulan duduk di kepengurusan komite.
Yang paling penting adalah bagaimana menumbuhkan rasa profesionalisme dari perawat dan rasa akan kebutuhan pengembangan profesi masa kini dan mendatang, eksistensi perawat di rumah sakit dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana merupah perilaku perawat dari sekedar seorang pekerja menjadi perilaku seorang profesional.


Mas Ong…weblog ini sudah aku buatin link-nya dari situs rsubanyumas.go.id
Buatin link dari sini ke situs rsu donk…
thank you mas link website rsu banyumas sudah disiapin
Numpang lewat bung Ong…
Selamat !!! blognya menarik. Kalo tambah asyik besok-besok ga cuma lewat tapi ikutan mampir dan “ngombe”.
Mungkin jawabanya ada pada hasil penelitian Abraham Maslow yang sudah menjelaskan tentang kebutuhan dasar manusia.
Komunitas perawat masih banyak yang mesti memenuhi empat kebutuhan dibawah AKTUALISASI DIRI jadi mungkin Komite Keperawatan bisa ikut membantu empat hal tersebut. Saya yakin sudah Komte Keperawatan sudah memulainya.
Saling berdoa dan bersaha semoga Perawat lekas merdeka, sebagi perawat yang betul dan benar Profesional.
Selamat berjuang.
OK saya setuju dengan pendapat anda, jangan lupa lain kali mampir ke blog ini dijamin hidangannya semakin renyah dan gurih ..
Copy paste dari: http://www.lourdes.com/Centers_and_Services/Nursing/nursing_committees.aspx
Nursing committe
The Lourdes Nursing Leadership Team supports shared decision-making. Staff nurses have key leadership roles. They are mentored by formal nursing leaders who also facilitate their development by arranging participation in special leadership programs. A registered professional nurse chairs each nursing committee. Each area where registered nurses practice is represented on these committees.
Nurse Executive Committee
The Nurse Executive Committee is responsible for ensuring that safe, effective, quality patient care is delivered by a professional nursing staff.
Nursing Professional Practice Council
This committee oversees the work of all nursing committees and unit-based practice councils and is responsible for promoting collaboration, shared decision making and accountability for nursing practice through empowering nurses at all levels throughout Lourdes.
Nursing Quality Committee
This committee is responsible for:
Reviewing patient and nursing satisfaction reports, quality issues (i.e. inpatient falls, medication errors resulting in patient harm, nursing care);
Monitoring nursing quality indicators; and
Monitoring nursing peer review of medical records.
Clinical Practice Committee
This committee develops evidence-based standards of nursing care and patient educational tools. Each clinical specialty is represented.
Documentation Committee
This interdisciplinary committee is responsible for:
Leading implementation of the Lourdes Information Technology plan to establish an electronic medical record;
Identifying opportunities for improving nursing documentation; and
Promoting effective communication among members of the health care team.
Patient Care Services Policy and Procedure Committee
This interdisciplinary committee is responsible for:
Ensuring that standards of care are consistent throughout all practice sites; and
Reviewing/revising policies, procedures and standards of care.
Professional Nurse Recognition Program Committee
This committee supports professional nurses’ growth, development, and recognition for their contributions and achievements. Areas recognized include clinical practice, education, leadership, and evidence-based practice/research.
Nursing Education Committee
Registered professional nurses from all areas of Lourdes serve as role models, resource persons, and facilitators to promote nursing continuing education throughout the organization. Members of the committee collaborate with nurse directors, charge nurses, staff, and the Learning Services Department, to ensure that all levels of health care professionals have the knowledge and skills required to meet unit, hospital, and regulatory standards.
Medication Management Committee
This interdisciplinary committee is responsible for:
Improving safety related to the use of medications;
Integrating information technology systems that support the safe and effective use of medications; and
Reducing medication errors by examining events from a system as well as individual perspective.
Magnet Committee
This committee provides the foundation that supports:
Excellence in nursing services;
Evidence-based nursing practice; and
Dissemination of best practices in nursing.
Nursing Research Committee
This committee supports direct care nurses’ participation in evidence-based practice projects and nursing research studies.
Advanced Practice Nurses Council
This committee provides a forum that promotes clinical and professional practice and nursing research.
okey banget …! maju terus perawat .
beginilah kalau perawat mau maju bisa menunjukkan diri dengan mengikuti perkembangan jaman dan tehknologi.
kasih atau tentang komite perawat itu dulu, sebagai pendahuluan to.
Ass, mas Oong Rosyadi.
met jumpa lagi. Kebetulan saya sedang search ttg komite keperawatan ternyata muncul satu gagasan yang mungkin tak pernah terlintas di benak. Kebetulan t4 saya sudah ada komite keper, dengan grand designnya mengadopsi dari RS Banyumas. Meski dalam perjalanannya terseok seok, namun kami terus mencoba untuk membuat terobosan baru (katanya never ending innovation gitu!). Saat ini kesulitan terbesar adalah masalah fasilitas sarana/prasarana yang belum memadai, berbeda dengan komite medis yang sudah ada ruang yang representatif, komputer/laptop dan fresh money untuk aktivitasnya. Barangkali ada saran? Makasih Salam untuk temen2 di Banyumas, Mbak Is dan family. Wasalam
Tengkyu Mas Agus, kalo kita tengok sejarah komite Keperawatan di RS Banyumas melewati sejarah yg pnjang kita ada sejak 1999 dan perjalanan dari terseok, terkapar, sampai terjungkal kita sudah pernah mengalami sebenarnya tinggal bagaimana semangat kita saja. Komite Keperawatan di tempat kita juga mungkin masih jauh dari ideal, tetapi yang paling penting adalah masih ada diantara kita punya idealisme, semangat tidaknya perawat itu yang menjamin kelasngsungan komite perawat di rumah sakit. Saya kira kita tidak perlu berpatokan komite keperawatan harus mempunyai fasilitas seperti komite medis, pengalaman kita yang penting tunjukkan dulu kinerja kita toh manajemen rumah sakit juga akan melihat kita bila komite perawat itu mempunyai kegiatan dan dampak yang besar bagi kemajuan rumah sakit, dan perlu diingat komite keperawatan adalah masuk ke dalam struktur organisasi rumah sakit sehingga kita layak untuk difasilitasi oleh rumah sakit. Untuk punya fasilitas ada pengalaman kita mengadakan seminar nasional ada keuntungan dana kita belikan alat kaya LCD, sound sistem, dan perangkat pelatihan. Peralatan itu bisa dilgunakan untuk pelatihan internal eksternal juga bisa mendatangkan duit bagi operasional komite. Termasuk bikin blog ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan eksistensi komite keperawatan, kalo blognya banyak yang mampir bisa buat pasang iklan ya.. begitulah OK pokoknya bergerak terus jangan pernah berhenti salam buat teman-teman di RSU Wates
selamat mas ong situs komite keperawatannya banyak isi dan mamfaatnya semoga terus maju dan isinya tambah banyak. wahyu RSD Soreang bandung
Terima kasih kepada mas Wahyu atas dukungannya Insya Alloh kita selalu update dengan hal-hal baru yang lebih inspiratif, salam buat teman-teman di RSD Soreang Bandung
Bangga, terharu, prihatin sekaligus tertantang. Rasanya perasaan2 tu campur aduk bgitu sy membaca artikel ttg komite keperawatan. Yang jelas, sy bener2 ngerasa belum ngasih kontribusi apapun buat profesi ini. Bwt temen2 perawat d RSU Banyumas, mnta ijin bwt “berguru” dunk… smoga blog ini bs terus memberi inspirasi untuk terus berkarya.
Terimakasih atas dukungannya saudaraku Bee_304 kepedulian atas profesi kita adalah modal utama bagi perjuangan kita… kita akan menjadi besar bilamana kita peduli….semoga blog ini terus bisa mengalirkan energy inspiratif untuk kita semua…
Setitik asa bwt komite keperawatan. Rasanya bener kata John F. Kennedy; “Kita tidak bisa mengubah masa depan untuk diri kita. Tapi kita bisa mengubah diri kita, untuk masa depan”. Semoga kita (Perawat) bisa menjadi manusia pembelajar seutuhnya. Amin…
Kagem (Pak, Mas, ato apa y?) Ong Rosyadi, trim’s udah ngangkat saya jadi sodara. Sukses…
Stuju ms Ong…..? Buat bee-304 slam knal ? Tunjukan trus excistesi prawat scara profesional & proposional d dunia pelayanan kesehatan….Bravo ( KOPER KETAN RASA JUS ) Komite perawatan Maju Truuss…..??
Assalamu’alaikum Pak Oong,
.
Lama tidak bersapa. Tapi saya sering buka blog ini, kalau boleh pinjam istilahnya media televisi, saya adalah pemirsa setia blog ini lho
Banyak yang saya pelajari dari tulisan-tulisan di blog ini. Dan selalu ada yang menarik. Terima kasih, terutama atas spiritnya. Insya Allah semoga kita selalu diberi kekuatan tuk tetap dalam barisan para pejuang keperawatan.
O ya Pak Ong, denger-denger awal tahun depan akan ada seminar dokumentasi keperawatan or NNN ya?
Semoga sukses seminar nya.
Ditunggu posting hasil seminarnya ya Pak.
Terima kasih mba atas kesetiaannya “menonton” blog ini… Betul kita rencanakan tahun depan ada workshop NANDA,NIC,NOC doakan semoga sukses..
Sukses untuk study di Philiphin buat Mba Ariani dan Pak Afandi cepat selesai studynya…… Indonesia membutuhkan anda… ayo mba jangan kalah dengan perawat philiphina… bisa…bisa…bisa….
Terimakasih banyak atas supportnya Pak. We really need it. Mohon doa teman-teman semua.
mm…salamkenal untuk semua
lagi muter2 nyari bahan untuk rapat akreditasi….
eh…ada yg bahas komite keperawatan..
wah…klu di tempat saya mah…malah blm ada juga…
sedikit cerita… bbrp minggu yg lalu..tim akreditasi jkt dtg…
nah..ada cerita lucu bin aneh.. waktu ditanya BOR..pada bengong…baru deh..ditanya ke saya.. nah syukurnya bisa jawab,,,
oya..maaf..blm cerita ya..
saya ners..n baru 4 bln kerja di RSUD dengan rekrutan cpns PEMKO
RSUD kami tercinta ini masih tipe c…pengen ke b..tapi…
ya butuh jatuh bangun berkali-kali kayaknya..hehe…
alhasil..kami (2 org ners yg baru, red: yg lama ada 2 juga..total 4) dituntut kerja ekstra..krn 6 bln lagi akan akreditasi lagi…
mm…btw, boleh dunks..nimbrung disini….
mas….bisa minta materi tt komite keperawatan…kami kesulitan mencarinya baik melalui internet maupun buku…mungkin karena kurang populer dibanding kasie keperawatan ya….niat ada untuk membentuk komite keperawaran di RSU kami tapi klo blm pnya materi untuk meyakinkan dewan direksi.gmn??/ kirim via email ya…makasih….
mas..sy salut akan kberhasilan komite keperawatan di RS. Banyumas, saat ini rmah sakit saya belum ada komite keprwatn. saat ini sudah mengadakan pemilihan, tinggal nunggu SK Direktur. akan tetapi kmi mengalami kendala,seakan-akan dipersulit…Direktur menanyakan dasar hukum selain Kepmendagri..mungkin mas bisa kasih peraturan yang lain tentang komite keprawatan di RS…thanx
Ass.wr.wb.
Taufik Haryanto
Salam Kenal,
Ketua PPNI Kota Sukabumi, Kepala IRNA RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Dari tahun 2002 di RSUD kami dah ada Komite Keperawatan…..SK dari walikota bukan dari direktur,bagaimana kami selalu berusaha lebih cepat dan terdepan, mengurus ide kreatif, pengembangan, dan permasalahan mengenai keperawatan,dll.
yah…selamat membentuk kepengurusan semoga sukses, intinya pasien dilayani dengan baik..
salam kenal n numpang nimbrung buat tambah2 ilmu…selamat atas kesuksesanya membangun komite perawat…kbetulan rumah sakit saya dijakarta (RSUD) sedang mencanangkan Komite RS yang didalamnya terdapat 7 sub komite diantaranya; sub komite medik, subkomite perawat, sub komite PPI, farmasi,dll. nah.. untuk perawat memang masih sedikit kajian2 dan pengembangan tentang komite perawat, belum menumukan pedoman atau standard kinerja komite keperawatan pada umumnya standard yang ditetapkan tiap rumah sakit berbeda2. implikasi di pelayananan pun bisa berbeda-beda. kalaulah kita mau mengadopsi sistem dari Amerika,asia, itupun banyak perbedanya…Mereka memiliki level dan standard yang sama disetiap state/ negara bagian :dengan level RN ( registered nurse ), LPN lison practical nurse,dll. berbeda dengan di kita mana standard profesi?,standard praktik?, dan standard pelayanan keperawatan atau good nursing practices, apalagi level PK1 – PK 5 entah dirumah sakit mana yang pake model perawat klinik tersebut…wuh..kerja keras untuk membangun sistem yang belum ada pondasi “maju terus pantang mundur…