Aplikasi praktis NANDA NIC NOC secara manual (1)

free full text artikel , disampaikan pada seminar Aplikasi Proses Keperawatan NANDA,NIC, NOC di RSU Purwodadi Grobogan tgl 13 Maret 2008

APLIKASI NURSING CARE PLAN / DOKUMENTASI KEPERAWATAN BERBASIS NANDA, NIC, NOC DI RSUD BANYUMAS

IMRON ROSYADI,Ns

I. PENDAHULUAN

Perkembangan profesi kesehatan di Indonesia semakin hari terasa semakin berkembang dengan pesat. Keperawatan sebagai bagian dari profesi kesehatan yang ada di Indonesia tentunya tidak mau kalah dan terus untuk meningkatkan diri dan semakin meningkatkan eksistensi dan peranannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Seiring dengan di undangkannya UU tentang praktek kedokteran, profesi Keperawatan semakin dituntut untuk bisa menunjukkan bentuk dan eksistensi keperawatan sebagai profesi mandiri dan tidak seperti anggapan sebagian masyarakat kita yang memandang perawat sebagai profesi yang “mengekor” profesi lain.

Saat ini kita sering mendengar lontaran pertanyaan yang kadang menggelitik kita, pertanyaan yang klasik adalah apa kontribusi nyata perawat dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat ? Pertanyaan yang sedemikian mendasar ini terkadang membuat kita menjadi emosional, mengapa ? Secara fakta di Puskesmas, di Rumah Sakit bahkan dalam kondisi bencana perawat adalah orang yang paling banyak berinteraksi dengan pasien, berinteraksi dengan masyarakat dan jelas sekali peranan perawat dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat akan tetapi masih belum dianggap oleh sebagian orang mungkin karena ketidaktahuan ataupun tidak mau tahu dan perawat masih dikatakan sebagai profesi yang melakukan tindakan karena intruksi atau perintah profesi lain bahkan kita dianggap melakukan pekerjaan profesi lain.

Pertanyaan di atas ternyata tidak hanya dirasakan di Indonesia, pertanyaan serupa juga muncul di belahan dunia yang lain di Amerika misalnya. Pada pemberian asuhan kesehatan sebagian besar asuhan yang diberikan adalah asuhan keperawatan. Namun demikian dampak asuhan keperawatan masih kurang diperhitungkan (Mc. Closkey & Bulecheck, 1996).

Pertanyaan yang sering dilontarkan terkait dengan asuhan keperawatan adalah sejauh mana tindakan keperawatan dapat mencegah atau mengatasi masalah pasien? Apakah tindakan keperawawatan memberi dampak pada mutu asuhan kesehatan? Pertanyaan ini semakin muncul dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam menilai cost effectiveness pelayanan kesehatan (Gordon, 2001) Bahkan dalam INA DRG (Diagnostic Related Group versi Indonesia) yang sedang dikembangkan oleh Departemen Kesehatan komponen pembiayaan pasien berdasarkan diagnosa medis serta tindakan medis yang diberikan dan belum mencantumkan komponen tindakan dari perawat maupun profesi penunjang lain.

Pertanyaannya apakah dengan mengaplikasikan NANDA, NOC dan NIC dapat menjawab fenomena tersebut di atas ?

Mohon maaf, saat ini anda tidak dapat membaca artikel ini secara lengkap pada halaman ini, akan tetapi tidak usah khawatir kami akan tetap menyediakan untuk anda baca secara gratis BACA ARTIKEL LENGKAP KLIK DISINI dengan cara mendownloadnya secara FREE atau GRATIS silahkan KLIK DISINI untuk download GRATIS terima kasih….

About these ads

Tentang Ong Rosyadi

Seorang Ners jebolan PSIK UGM punya sedikit pengalaman di emergency nursing, medical surgical nursing, nursing education, hypnotherapy, wound care, NLP Sekarang hidup di dua kota Banyumas dan Jogjakarta dan sekitarnya Senang berbagi dengan semua saja yang membaca blog ini, semoga bermanfaat

Posted on Maret 22, 2008, in nursing artikel. Bookmark the permalink. 25 Komentar.

  1. akhirnya ke situs ini lagi, tadi lagi bingung nyari2 cara implementasi NOC pakek skala, skala itu per label atau per indikator ya pak?

    Imron njawab: yang paling sering ditanyakan dalam NANDA, NIC,NOC adalah penggunaan skala dalam NOC untuk itu akan kita perjelas sedikit. Sebagai contoh untuk Diagnosis Kurang Pengetahuan (contoh di artikel) mempunyai banyak NOC untuk contoh di atas kita pilih label NOC Pengetahuan pengobatan. NOC dengan label (judul) Pengetahuan pengobatan, mempunyai banyak indikator (kalau bahasa yang populer selama ini : kriteria hasil). Kalau kita gunakan bahasa yang lazim :
    setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3×24 jam pengetahuan pasien meningkat dengan kriteria :
    - pasien dapat menyebutkan nama obat dengan benar
    - pasien dapat menjelaskan efek samping obat dengan benar

    Bila kita guanakan NOC dengan skala bisa dilihat di artikel berikut :
    Dalam waktu 5 x 24 jam pasien mempunyai pengetahuan tentang pengobatan dengan indikator :
    - Dapat menyebutkan nama obat skala 5 (luas),
    - Mendeskripsikan efek samping obat skala 4 (substansial)

    Skala kita gunakan yang paling penting adalah untuk mengevaluasi dan melihat apakah pasien sudah mencapai target / tujuan kita atau belum. sebagai contoh :
    - pada hari ini untuk indikator menyebutkan nama obat , pasien menyebutkan nama obat dengan tepat 3 nama dari 5 obat sehingga kita nilai skala 3 (penggunaan angka dalam jumlah obat hanya sbg contoh untuk memudahkan)
    - pada keesokan harinya pasien dapat menyebutkan dengan benar 5 nama obat yang diberikan ke pasien sehingga kita nilai skala 5 sehingga pasien mencapai target indikator yang ditetapkan

    Keberhasilan dari NOC yang kita pilih ( labelnya ) adalah dilihat dari keberhasilan indikatornya ( mencapai target yang kita harapkan atau tidak)

    Yang diberi skala itu label NOC-nya apa Indikator NOC-nya ?
    Beberapa literatur ada yang mencantumkan skala pada label ada juga pada indikator.
    Pencantuman skala pada label NOC bisa dilakukan apabila kita menetapkan skala yang sama pada setiap indikator (misal semua indikator target skala 5).
    Apabila skala yang kita tetapkan dari masing indikator berbeda ( misal : ada 3, ada yagn 4, ada yang 5 ) tentunya tidak tepat bila skala kita tuliskan pada label NOC.

    Kalau saya lebih cenderung kepada membuat skala pada indikator (meskipun target tiap indikator, sama misalnya : 5 semua) karena kita lebih mudah untuk mengetahui keberhasilan dari tindakan kita (mencapai terget atau tidak).
    contoh lebih jelas bisa dilihat di http://www.med.umich.edu/nursing/snl/mna.html

  2. Bos, Bagaimana kalau dibuat forum diskusi, untuk mencari padanan kata dari statemen Diagnosis NANDA, terus dipublikasikan ke seluruh PPNI banyumas. Baru Nasional. Jadi kita ndak bingung ketika membaca satu buku dengan buku yang lainnya mentejemahkannya berbeda padahal kata yang diterjemahkan sama.

    Imron njawab : Ok Bos, setuju tinggal memulai saja Insya Alloh teman2 si di sini siap

  3. Sebuah keharusan agar aplikasi nanda nic dan noc dapat dijalankan adalah dengan mengaplikasikannya ke dalam sistem komputer, tanpa ini tentu akan sulit untuk mengaplikasikannya dalam askep sehari-hari di rumah sakit, apalagi dengan seabrek tugas rutinitas yang masih harus diemban perawat. kalo bisa sistem yang sudah dibuat di RSU banyumas dapat diakses secara free sehingga kalau ada RS lain yang ingin mengaplikasikannya tidak harus membangun lagi dari awal, energi yang ada mendingan digunakan untuk pengembangan terhadap sistem yang sudah ada di banyumas, sehingga semakin banyak yang mengembangkan maka akan semakin baik sistem yang kita miliki untuk kemajuan perawatan.

    Imron njawab : Untuk saat ini software yang dibuat di RSU Banyumas belum dapat diakses secara free disebabkan karena software yang kita buat terintegrasi dengan Sistem Informasi Rumah Sakit, selain itu software yang kita buat tidak menggunakan open source sehingga secara teknis ada beberapa hal yang membuat software ini belum bisa dibagikan secara free. Terlepas dari itu semua sebenarnya software saja tidak cukup, justru yang penting adalah man behind the gun yang mau menjalankannya, sehingga perlu tahu konsepnya, tahu mengoperasionalkannya dan paling penting mau melakukannya.
    Secara ideal akan sangat terbantu bila kita menggunakan komputer dalam mengaplikasikan NNN, namun demikian secara manualpun masih memungkinkan untuk membuat askep menggunakan NNN karena tidak semua yang ada dalam buku NNN akan kita jumpai dalam sehari-hari. Kita bisa memulai dari 10 besar dx keperawatan NANDA link dengan NOC, dan NANDA link dengan NIC. Kemauan adalah yang paling penting untuk mengaplikasikan NNN ini. Saya setuju dengan pendapat anda untuk mengembangkan sistem yang bisa diakses secara free oleh perawat di Indonsia, saya kira hal itu perlu kita lakukan bersama-sama bukan hanya RSU Banyumas saja dan dukungan organisasi profesi PPNI sangat dibutuhkan untuk membackup proses ini, … semoga.

  4. Salam kenal, saya perawat dari jakarta. Tempo hari kami baru melakukan seminar Tes Uji Kompetensi, eh ternyata di daerah sudah berjalan sejak lama. Baru saja kepikiran untuk “mengkomputerkan” asuhan keperawatan, tenyata perawat banyumas sudah lebih maju. Salut saya pak, kami di Jakarta ternyata tertinggal jauh. Eh jangan lupa pak, tanggal 12 mei nanti kita turun untuk menggolkan RUU Keperawatan, mudah-mudahan sukses.
    Salam sejawat !

    Imron njawab : Salam kenal juga buat teman sejawat di Jakarta, semakin banyak yang punya ide dan pemikiran Insya Alloh lebih baik. Masalah duluan atau tidak hanya moment saja yang paling penting adalah kita terus bergerak, berkreasi dan berinovasi kita di Banyumas juga masih perlu banyak belajar dari teman-teman di tempat lain. OK teman-teman jangan lupa 12 Mei turun ke jalan mudah-mudahan sukses !!!

  5. tolong kajiannya tentang model dokumentasi keperawatan?????????

  6. asalamualaikumm….
    salam perawat….
    komen saya mengenai pengaplikasian Nanda, nic, noc dalam asuhan keperawatan yang diterapkan di RS Banyumas cukup baik, sepengetahuan saya, baru ada RS yan mengaplikasikan asuhan keperawatn tersebut. salut buat team asuhan keperawatan RS Banyumas.
    kalo ada info pengrekrutan perawat di RS Banyumas, tolong beri info ke e-mail saya ya.
    maju keperawatan indonesia…
    prospek perawat menuju international…

  7. ass..wr.wb
    salam sejawat se indonesia…btw dimana saya bisa dapat buku nanda, nic noc ini??? di palembang

  8. Teman palembang ada yang bisa bantu rekan adawiyah ? Coba hubungi institusi pendidikan keperawatan di Palembang dan sekitarnya sepertinya ada, untuk mengobati sementara waktu bisa download di link berikut KLIK DISINI

  9. tolong kirimi software INA-DRG

  10. salam buat sdr dwi purcahyono (perawat anestesi).
    saya dari rs pupuk kaltim bontang, temannya ketika pelatihan perawat anestesi di rsup dr. karyadi semarang tahun 1996

  11. hallo, mau ngasih tau neh. barangkali ada yg minat kerja di eka hospital. kunjungi situsnya http://www.ekahospital.com. silahkan pilih yg ada di bsd serpong ato pekan baru. oya, dsn udah ada aplikasi sim kepwtn yg terintegrasi dg vesalius. terima kasih.

  12. Bravo untuk teman2 di RSU Banyumas tentang attensinya menggali lebih dalam tentang N3 (Nanda-NOC-NIC) dalam desain yang mudah dilahap dan applycable. Namun kita jangan terlalu jumawa dan terpaku tentang N3 bagaikan mendapatkan mainan baru, karena sebenarnyalah Nanda (dalam hal ini terutama NOC-NIC), sama sekali bukan barang baru bagi komunitas perawat internasional yang notabene sudah diakui kompetensinya secara kompeten. Kita di Indonesia memang memprihatinkan sekali karena belum begitu lama mengetahui adanya N3. Sebagai teman seprofesi, marilah kita selalu merapatkan barisan baik di tatanan klinik maupun para akademisi, agar memandang N3 hanyalah merupakan salah satu bagian dari model dokumentasi keperawatan selain model2 yang lain tentunya. Dan jangan sampai beranggapan bahwa perawat yang belum tahu N3 atau rumah sakit yang belum pakai N3 adalah ketinggalan zaman, adalah salah, adalah belum canggih, adalah kuno dll. Kita tidak hanya berkutat dengan dokumentasi saja, tapi beban dan tugas yang harus kita perjuangkan sangatlah banyak dan berat. Sehingga saya punya keinginan untuk mengkaji lebih jauh melalui penelitian terpadu tentang efektifitas (plus-minus, reward-kompensasi, motivasi perawat, satisfaction perawat & klien dll) dalam aplikasi N3 dibandingkan dengan model/metode dokep yang lain, lokasi antar rumah sakit (RSMS dengan RS Bms). Setelah ada hasil dari penelitian ini, barulah kita bisa bicara panjang lebar tentang N3 maupun model dokep yang lain. Gimana, does anyone want to joint with me ?!

  13. @ Pak Imron
    Trimakasih pencerahanya. Jadi ngedong sekarang.

  14. Betul tuh, intinya penelitian. makanya para akademisi di universitas besar tolong dong fasilitasi dengan hasil penelitian yang bagus. klo kita baca N3, tiga-tiganya dikembangkan dengan penelitian. cthnya UI, UNPAD kan banyak tu mahasiswa yang sedang S2 ma S3. penelitiannya dipublish dong lewat digital library nya. Perasaan orang-orang pinter kayak gitu kurang ada kontribusinya bagi kemajuan kep di Indonesia secara keilmuan. btw, apa saya yang kurang informasi ya ^_^

    Ma PPNI, yang aplikatif juga. kan banyak tuh petinggi PPNI di UI. Jangan curhat-curhatan terus. Buat kek seminar tentang ilmu. Dokter aja punya lustrum, perawat punya apa?? Perasaan klo ikut seminar perawat, kerjaannya curhaaaaaat terus. peran perawat lah, posisi lah, grey area lah saya sih lebih baik ngulik fundamental dari pada curhat-curhatan. Makanya, klo RSUD banyumas punya kreasi aplikasi N3, itu keren banget. Soalnya aplikatif. Toh sekarang banyak peluang ke luar negri.

    Mengenai “sedihnya” perawat, sementara ini ya perjuangkan aja di tingkat RS dulu. toh, di bandung udah ada yang “sedikit berhasil” cthnya RS AL Ikhsan, MPKP jalan…., Komite keperawatan dah terbentuk tinggal pengembangannya.Sippp lah….N3 tunggu aja…… Tugas yang tinggi-tinggi cthnya tentang RUU Kep, kasih aja ke PPNI. klo ada demo kita ikut. suruh nyumbang ya nyumbang kan beres.
    Yang jelas, inget kata dosen dulu waktu kuliah……jangan merasa kita hebat jadi perawat (ni buat yang di klinik mungkin khususnya),Klo patofis aja gak hafal ma teknik berantakan. Ngaku perawat, pemfis aja gak bener. Ditanya pasien tentang penyakitnya, jawabnya maaf ya tunggu dokter. mana tuh…..katanya pendamping pasien. dan N3, merupakan jalan yang diberikan ke perawat, soalnya klo mau bisa aplikasi N3, patofis ma tekniknya harus bisa juga. he….3x sejajar deh ma dokter.

    HIDUP PERAWAT ^_^
    maaf ya klo punya pandangan agak beda.

  15. BTW, kalau buat NANDA NIC NOC, ada buku bagus banget yang patut jadi referensi
    Judulnya Cox’s Clinical Application of Nursing Diagnosis. cari aja di 4shared bebas tinggal di download.

    Hati-hati sama Copyright nya aja he….3x

    Maaf informasi terlarang, soalnya bajakan ^_^

  16. ada tidak untuk panduan akreditasi puskesmas, terutama bagi perawat perkesmas

  17. sudah saatnya panduan nic noc secara nasional agar kita perawat akan seram dalam referensi dan aplikasi trims.

  18. sudah saatnya panduan nic noc secara nasional agar kita perawat akan seragamm dalam referensi dan aplikasi trims.

  19. as..wr,,wb,, semua senior perawat saya baru semester 2 di keperawatan mau nanya cara mengaplikasikannya soalnya masih binggung rumus buat bukanya itu,, dosen juga yg penting menjelaskan ngerti apa tidaknya yg penting materinya habis tidak peduli,, mohon maklumnya bagi abang2 senior,, terimakasih sebelumnya,,

  20. sudah saatnya Perawat RI memakai NANDA, NOC, NIC, ….
    salam sejawat

  21. Setuju !!!!
    Syaratnya pakai versi yang asli dari sumber referensi resmi yaitu buku : NANDA,NOC,NIC dan referensi resmi lainnya ..OK

  22. Untuk Bu Hartati jangan negatif thinking dulu tentang NNN. Keperawatan itu ilmu dan juga seni )nursing is science and art) sehingga terus dikembangkan oleh para anggota profesi keperawatan di seluruh dunia. Jadi jika ada pengembangan di bidang keperawatan jangan “alergi”. Itulah ilmu dan itulah seni yang selalu berkembang. Kayaknya tidak pernah di situs ini atau situs lain yang mengatakan negatif bagi teman sejawat yang belum kenal dengan NNN. Itu mungkin persepsi Bu Hartati saja.

    Namun yang perlu di sadari bahwa secara internasional banyak buku sumber telah menggunakan NNN. Contoh salah satu saja Buku Doenges, dkk., (2010) sudah menggunakan NNN. Kita masih menggunakan Doenges bahasa Indonesia terbitan tahun 2000 yang notabenenya diterjemahkan dari buku bahasa inggris tahun 1992. Coba betapa kita telah ketinggalan jika dilihat dari segi tersebut. Untuk itulah kita berfikir positif. Memang keperawatan Indonesia sedang mengalami masalah yang rumit baik dari segi profesi, maupun praktik, masalah itu harus diatasi bersama. Tugas kita adalah saling mendukung perbaikan, termasuk perbaikan pelayanan. salah satu caranya atau pendekatannya adalah NNN. Bukan berarti pendekatan yang lain salah. tetapi perkembangan ilmu dan seni keperwatan trend kearah sana sehingga tidak ada salahnya Pak Imron dan kawan-kwan mendalamai ini. Dan saya pernah baca jika satu orang anggota profesi tidak mengikuti perkembangan ilmu dan pengetahuan yang sudah banyak dikuasai oleh teman sejawatnya di tatanan praktik yang sama, bisa dikatakan Malpraktik. Jangan sampai itu terjadi pada profesi keperawatan.

    Untuk mas Imron salut, maju terus pantang mundur, saya mendukung anda.

    Bagi rekan sejawat mari kita terus belajar demi kemajuan perawatan secara umum. Untuk itu, riset perlu terus dikembangkan seperti yang diusulkan Nesbandu. sehinga praktik keperawatan kita berdasarkan bukti penelitian (evidence based practice in nursing).

  23. bisa bantu ga, download NNN gratis dimana situsx..

  24. I’d like to thank you for the efforts you have put in writing this website. I really hope to view the same high-grade content by you later on as well. In fact, your creative writing abilities has encouraged me to get my very own blog now ;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 331 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: