nursing artikel

Perawatan Luka “Moisture Balance”

Just Nursing Download it's free

↑ Grab this Headline Animator

Sedikit tulisan tentang perawatan luka “MOISTURE BALANCE”

FAKTA SEPUTAR PENYEMBUHAN LUKA
Lingkungan luka yg seimbang kelembabannya memfasilitasi pertumbuhan sel dan proliferasi kolagen didalam matrik non selular yg sehat.
Pada luka akut moisture balance memfasilitasi aksi faktor pertumbuhan, cytokines dan chemokines yang mempromosi pertumbuhan sel dan menstabilkan matrik jaringan luka.
Excess moisture / terlalu lembab di atas luka dapat merusak proses penyembuhan luka dan merusak sekitar luka, menyebabkan maserasi tepi luka.
Inadequate moisture / kurang lembab pada luka karena biasanya karena luka terpapar udara memicu terjadinya wound desiccation, necrosis, dan pembentukan eschar menyebabkan perkembangan luka yang jelek.
Pembentukan eskar dapat memperlambat regenerasi sel (keratinocytes) berpindah dari tepi luka ke tengah luka.
Epithelialization ideal pada permukaan yang rata, migrasi yang optimal akan terhalang bila terjadi pembentukan eskar.

“MOISTURE BALANCE”
Why “moist wound care”
Kondisi kurang lembab / kering menyebabkan kematian sel, dan tidak terjadi perpindahan epitel dan jaringan matrik.
Terlalu basah menyebabkan eksudat menghambat proloferasi sel dan menyebabkan rusaknya matrik komponen.
Moisture balance memfasilitasi proses penyembuhan luka  dijaga dengan memilih jenis balutan yang sesuai sehingga luka terjaga kelembabannya.

Menciptakan suasana lembab
Konvensional, kasa dan Na Cl prinsip wet to moist, luka dikompres kasa lembab, kasa diganti sebelum kering, memerlukan penggantian kasa yang sering.
Modern , menggunakan modern dressing, misal : ca alginat, hydrokoloid, dll.

BALUTAN KONVENSIONAL VS MODERN
Balutan Konvensional.
Sering diganti untuk mendapatkan kelembaban (bisa sehari 1 -2 / 3 kali ).
Balutan cepat kering dan kurang menyerap eksudat.
Berisiko menimbulkan trauma baru pada saat penggantian luka.
Menimbulkan nyeri pada saat penggantian luka.
“Lebih murah” tapi sering mengganti kasa.

Balutan Modern
Bisa mempertahankan kelembaban luka lebih lama (5-7 hari).
Mendukung penyembuhan luka, kondisi lembab lebih lama dan memacu proses kesembuhan luka.
Penyerapan eksudat bagus.
Tdk menimbulkan nyeri saat penggantian balutan.
“lebih mahal”  “cost efektif” penggantian pembalut 3-4 hari.

MENGENAL MODERN DRESSING
Berdasar Fungsi :
Autolitik debridement, contoh : hydrogel / hydroaktif gel.
Absorbent contoh : Ca Alginate, Hydroselulosa, Foam,
Balutan primer / balutan yg menempel ke luka, contoh : calsium alginat, hydroselulosa, hydrokoloid, foam
Balutan sekunder / balutan penutup setelah balutan primer ,contoh: hydrokoloid, foam, transparant film

CONTOH JENIS-JENIS MODERN DRESSING :
Hydrogel / hydroaktif gel
Menciptakan lingkungan luka tetap lembab
Melunakan dan menghancurkan jaringan nekrotik tanpa merusak jaringan sehat, yg akan terserap ke dalam struktur gel dan terbuang bersama pembalut
Meningkatkan autolytik debridemen secara alamai
Tidak menimbulkan trauma dan sakit saat penggantian bautan
Dapat diaplikasikan 3 – 5 hari
Indikasi : luka nekrotik dalam / permukaan misal : ulkus decubitus, ulkus diabetikum

Ca Alginat
Terbuat dari rumput laut
Untuk luka dengan eksudat sedang sampai banyak
Kandungan Ca dapat membantu menghentikan perdarahan
Digunakan pada fase pembersihan luka dalam maupun permukaan, dengan cairan banyak, maupun terkontaminasi
Mengatur eksudat luka dan melindungi terhadap kekeringan dg membentuk gel
Dapat menyerap luka > 20 kali bobotnya
Tidak lengket pada luka, tdk sakit saat mengganti balutan
Dapat diaplikasikan selama 7 hari
Indikasi : luka decubitus, ulkus diabetik, luka operasi ,luka bakar deerajat I dan II, luka donor kulit , dll

Hydroselulosa
Untuk luka dg produk eksudat banyak
Menciptakan lingkungan lembab yg mendukung proses kesembuhan luka
Mampu menyerap cairan 2 kali lipat dari ca alginat
Mampu mengunci bakteri dalam cairan luka / balutan
Tdk sakit saat penggantian balutan
Dapat diaplikasikan selama 7 hari

Hydrokoloid
Digunakan untuk luka dg eksudat minimal sampai sedang
Menjaga kestabilan kelembaban luka dan sekitar luka
Menjaga dari kontaminasi air dan bakteri
Bisa digunakan untuk balutan primer dan balutan sekunder
Dapat diaplikasikan 5 – 7 hari

Foam
Digunakan untuk menyerap eksudat luka sedang, sedikit banyak
Tidak lengket pada luka
Menjaga kelembaban luka, menjaga kontaminasi dan penetrasi bakteri dan air
Balutan dapat diganti tanpa adanya trauma atau sakit
Dapat digunakan sebagai balutan primer / sekunder
Dapat diaplikasikan 5-7 hari

Transparant film
Dapat digunakan sebagai bantalan untuk pencegahan luka dekubitus
Pelindung sekitar luka terhadap maserasi
Sebagai pembalut luka pada daerah yg sulit
Pembalut/penutup pada daerah yang diberi terapi salep
Sebagai pembalut sekunder
Transparan, bisa melihat perkembangan luka
Breathable
Tidak tembus bakteri dan air, pasien bisa mandi

Baca Konsep Modern Dressing lengkap KLIK DISINI

Lihat balutan Modren dressing dan cara kerja / penggunaannya KLIK DISINI

Baca konsep dan cara perawatan Luka / ulkus Diabetes KLIK DISINI

Just Nursing Download it's free

↑ Grab this Headline Animator

About these ads
Standar

20 thoughts on “Perawatan Luka “Moisture Balance”

  1. adimasmw berkata:

    saya pernah melakukan penelitian tentang perbandingan efektivitas perawatan luka khitan menggunakan bethadine dengan menggunakan vaseline. vaseline jg kan prinsipnya selain sebagai barier luka juga menjaga suasana lembab luka, tapi pada hasilnya ternyata bethadine malah lebih efektif ya, soalnya kan bethadine itu termasuk “cara kuno” dalam menangani luka. saya sudah punya kemungkinan penyebabnya, tapi apa dari pa ong ada masukan kemungkinan penyebabnya?

  2. Ong Rosyadi berkata:

    Vaseline lebih banyak bertujuan untuk membuat pembalut tidak lengket di luka dan tdk untuk membuat suasana lembab, misalnya Tulle dresing (sofratule,daryatule,lomatule,dll) Cara kerja tule dressing adalah membantu migrasi sel dg adanya pembalut yg spt jaring, bukan efek kelembaban. Banyak kontroversi tentang bethadine ada yang berpendapat mengganngu penyembuhan luka karena dapat merusak fibroblast yg berperan dlm penyembuhan luka, ada juga yang berpendapat sebaliknya. Terlepas dari itu untuk perawatan luka tipe luka akut dan luka bersih misalnya luka operasi berdasarkan pengalaman tdk terlalu “rumit” kita menggunakan kassa nacl lembab untuk balutan luka post op dan hasilnya bagus, teman saya pernah penelitian perawatan luka post menggunakan kasa nacl dibanding kasa betadhin dan hasilnya sama efektifnya. Penyembuhan luka tentunya dipengaruhi banyak faktor. Berdasarkan pengalaman (referensi juga) untuk penanganan luka kronis misal ulkus DM, ulkus dekubitus penggunaan modern dressing dengan moisture balance ini sangat membantu untuk mempercepat penyembuhan bila dibandingkan dg metode konvensional. trima kasih semoga memuaskan..

  3. christina asmi berkata:

    ikuti Indnesian Enterostomal Terapy Nurse Education Program, sertifikasi internasional. info lanjut buka di http://www.wocare.blogspot.com
    semoga perkebangan ilmu erawatan luka, stoma dan inkontinensia makin berkembang.

    Mari bergabung di Indonesian Enterostomal Therapist Nurse Association. ditunggu…..

  4. i wayan wiarsana berkata:

    bagaimana menurut pa ong tentang perawatan luka dm dengan menggunakan produk multilevel atau obat cina?, kalau boleh saya sebut produknya, clorofil dan yunan paiyao, terimakasi y pak infonya, sangat berguna untuk saya yg pemula.

  5. Ong Rosyadi berkata:

    Mohon maaf baru bisa balas komentarnya mas /pak wayan wiarsana kalau perawatan luka menggunakan produk multilevel kita belum pernah menggunakan saran saya lebih baik menggunakan produk perawatan luka yang sudah teruji secara klinis efektifitasnya misalnya modern dressing yang sedang kita bahas di atas, info lebih lanjut bisa tanyakan ke Mba Asmi yang komentarnya di atas mas/pak wayan wiarsa beliau presiden INETNA pakarnya perawatan luka… jadi malu sama suhu nih :)

    Buat Mba Asmi mohon maaf komentarnya baru keluar soalnya kemarin-kemarin, komentar di spam akismet

  6. christina asmi berkata:

    halo…apa kabar, maaf baru selesai program etnep ke2 n lumayan sibuk. ga sempat komentar. n sekarang sedang siapkan etnep ke 3. mau bergabung pak ? ditunggu ya…

    komentar buat yang luka khitan kalo saya sekarang gunakan calsium alginat kombinasi salf dari dokter atau yg ngitan ke. jadi bisa kontrol perdarahan n sampai luka sembuh. pada saat sudah kering, alginat bila kena cairan kan jadi gel jadi ga sakit pada si anak. bisa lepas sendiri balutan nya.

    sukses ya ngerawatin pasien2 luka….

  7. abu khonsa berkata:

    saya seorang perawat disebuah rumah sakit di wilayah solo, mohon bantuannya terkait dengan rencana pendirian klinik perawatan luka, terutama tentang perijinan dan manajemennya. terimakasih.

  8. Dhika berkata:

    Saya sedang ngerjain skripsi dg judul korelasi penggunaan nacl dan betadin pada perawatan luka femosis pasca sunat.
    kalo temen2 ada referensi skripsi atau artikel tentang suna+ mohon kita bisa saling share..
    trimakasih..
    aku tunggu kirimanya di dhika_mocca06@yahoo.com

  9. harefa berkata:

    boleh tanya2 soal perawatan luka mas….jadi begini ketika saya akan mengadakan penelitian ttg “perbedaaan perawatan luka bersih menggunakan kasa basah NaCl dan Kasa kring pda luKA SEKTIO CAESAR…terjadi persilisihan menurut pakar penggunaan kasa basah sudah di tinggalkan sejak dulu..dan dengan alasan terlalu bahaya penerapannya…metodenya menggunakan Quasi eksperiment…gimana menurut mas??

  10. Hey, Is there anybody here?.
    I love banyumasperawat.wordpress.com because I learned a lot here. Now it’s time for me to pay back.
    The reason I want to post this guide on this of banyumasperawat.wordpress.com is to help people solve the same problem.
    Please contact me if it is unacceptable here.
    Here is the guide, wish it would help you.

    Video conversion benefits from multi-core
    What’s multi-ore? Multi-core chips have more than one CPU core; multiple-processor computers have more than one CPU chip. Both are being introduced by manufacturers to speed up tasks by splitting threads or processes among different processors so that they can be performed in parallel.
    Everyone must have the deep feeling that speed is king in computing. With ever-lasting pursuit of higher speed, computer tech is pushed to a far spot without limit. And in many people’s mind, the most applications we run, the games, the tools, should have supported dual-core or multi-core CPU as a great many computers are now dual core or quad core.
    While, the ting does not come easy, many programs do not take advantage of the multi-core although a dual-core system even running an application that doesn’t support multi-core gets a minor speed boost by running all of the system’s other threads on the second core. Then how can we tell which application is with multi-core support? I cannot figure that out, but I have an example could say something.
    A friend of mine mentioned me a problem that he ran into recently. He was looking for a video converter that really supports multi-core processors, batch convert video into MP4 video. But the applications he tried, from AVS Media converter, Supper, to MediaCoder, all did not work.
    I have been using ImTOO MPEG Encoder which has updated to a new version these days to feed up my PSP. The obvious change of the new version I can see is CPU dynamic occupation is showed on the interface now- as they claim “multi-core support and 400% speed prompt” on social website.
    I have an experiment on both the original and updated versions for PSP video conversion- converting the same 5 Quick Time MTVs to PSP MPEG4. And as the log files show, the original costs 3min and 48.7sec, while the updated costs 2 min and 50.4sec. — Not as fast as they claim, but still a big progress.
    Hope this may answer someone’s problem that same as my friend’s. And what I really hope is that more games would support multi-core CPU before long.

    Resource:
    avi converter
    iphone ringtone converter
    Mkv Converter
    DVD Audio Extractor
    covnert hd video

  11. gelgek berkata:

    terimakasih atas infonya…tolong diberikan indikasi untuk merawat luka dengan kassa + larutan na cl 0,9% apakah untuk semua luka(termasuk pasca operasi bersih ?..apakah kelembaban ini tidak menyebabkan media untuk perkembangan biakan kuman? bagaimana dengan prinsip luka kering dirawat dengan kering ,,luka basah di rawat dengan basah.? terimakasih.

  12. meqom,, perknlkan nama saya ali
    perawat rsud melawi (kalimantan barat),, saat ini saya masih merawat luka di kaki pada pasien dm ,, saya ingin belajar ko file Lihat balutan Modren dressing dan cara kerja / penggunaannya KLIK DISINI udah ga da ya

  13. Selamat pagi,

    Buat nurse yang banyak memegang pasien kanker (paliative), saya sekedar memberikan informasi: produk Typhonium Plus (supplemen) untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Khusus nurse, kami berikan special discounted price. Tx (www.cancerhelps.com)

  14. Pa’ Ong saya baru mau men-konsep pendirian klinik wound care di suatu RS. Mau merguru niy…kali aja pa ong or bu christina asmi punya konsep dan landasan hukumnya, unt kriteria pasien seperti apa yang bisa langsung ke poli wound care, coz unt pasien yg kontrolan awal post operasi kita kan masih Interprofessional Care, dan kadang untuk heacting aff jahitan kita juga masih harus sharing ke dokter operatornya, untuk pasien dengan infeksi luka jika mmg harus diberi AB kita jg kolaborasi dokter. tapi kalo unt rawat luka biasa, kl harus dicas dokter juga pasien juga cost nya terlalu banyak. Nah.. kali aja pa ong dan TS yg lain punya konsep, mohon dishare. Takutnya dikira merebut lapak profesi lain dan dikira gak mau Interprofesional teamwork. makasih…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s