nurse story

Ditutupnya Program S1 Keperawatan-Ners Ekstensi dan Masa Depan Perawat

Just Nursing Download it's free

↑ Grab this Headline Animator

“Mas.. untung saya jadi masuk PSIK tahun ini, soalnya kalau jadinya masuk tahun depan kayaknya cita-cita saya untuk melanjutkan menjadi Ners tinggal impian dech…” begitu kira-kira lontaran kalimat yang terucap dari bibir seorang teman yang kebetulan sedang liburan semester pulang dari kuliahnya di Jogja.

Ada apa sih sebenarnya ? Ya.. betul ini sih berita udah agak lama semoga sih belum basi…

Telusur-demi-telusur ternyata pihak universitas negeri terbesar di Jogja itu berdasarkan kebijakan dari rektorat menetapkan tidak membuka program ektensi alias jalur khusus di universitas tersebut. Termasuk di dalamnya Program Studi Ilmu Keperawatan alias PSIK.

Kabar selanjutnya juga muncul bahwa universitas negeri di Purwokerto juga sama, untuk tahun depan tidak membuka program ekstensi alias jalur khusus. Walhasil teman-teman yang ingin melanjutkan S1-Ners di universitas negeri di Purwokerto itu hanya bisa tertegun mensikapi perubahan zaman yang terkadang cukup mengejutkan.

Soal perubahan zaman jadi teringat 14 tahun yang lalu tepatnya tahun 1995 tatkala lulus dari SPK alias Sekolah Perawat Kesehatan yang saat ini sudah tutup dan berganti nama menjadi Poltekes.

Masih terekam jelas pada saat sang guru menjelaskan bahwa setelah SPK tidak bisa melanjutkan ke institusi pendidikan keperawatan ke jenjang yang lebih tinggi. Kala itu kalau ingin melanjutkan pendidikan perlu ditempuh jalur yang cukup menyeberang ke SMA dulu baru bisa melanjutkan.

Ibarat nasi sudah menjadi bubur, kalau sudah menjadi bubur sebenarnya tergantung kita aja mau memberi bumbu tentunya bisa menjadi bubur ayam yang enak. Begitu kurang lebih mekanisme kooping yang dikembangkan. Sempat divonis tidak bisa melanjutkan alias tidak bisa kuliah tidak mensurutkan semangat untuk terus bekerja di rumah sakit.

Alhamdulillah seiring jalannya waktu dibuka program DIII keperawatan jalur khusus.  Sambil bekerja sambil kuliah dan itu membuka jalan emas untuk bisa melanjutkan ke S1 Keperawatan, Ners.. bahkan teman saya bisa meneruskan sampai S2 Spesialis Keperawatan.

Lagi-lagi kebijakan mengubah masa depan perawat dan itu tergantung sekali kebijakan macam apa itu. Kalau kebijakan itu menguntungkan misalnya kebijakan program khusus bagi perawat lulusan SPK ke DIII sungguh banyak sekali menolong perkembangan profesi keperawatan ini, disamping grade perawat yang SPK meningkat minimal DIII Keperawatan. Dengan program DIII kelas khusus ini juga membuka peluang perawat yang berpotensi, bila ingat sistem penerimaan siswa di SPK terutama yang punya Depkes sepertinya banyak potensi SDM yang potensial mengingat sistem seleksi yang ketat untuk terus berkembang mengembangkan profsi keperawatan ini.

Lalu kalau kebijakan itu tidak menguntungkan ??

Kebijakan ditutupnya jalur ekstensi di universitas negri bagi lulusan DIII keperawatan juga mempunyai beberapa konsekwensi. Lulusan DIII keperawatan setidaknya sudah mempunyai bekal yang memadai apalagi yang sudah bekerja di rumah sakit dan ini sangat menunjang proses profesiolisme karena mereka sudah punya dasar dan tinggal memoles secara akademik dan klinis lebih dalam sehingga kualitas SDM bisa meningkat. Disamping itu pada saat praktek profesi kombinasi antara ners muda ekstensi dengan ners muda fresh alias reguler meskipun secara penelitian belum diperoleh data yang memadai, namun secara pengalaman komposisi yang seperti ini dapat saling melengkapi dan saling membimbing, mengingat jumlah residen keperawatan yang masih sangat langka, sehingg ners muda ekstensi bisa berperan sebagai “senior” bagi yang reguler.

Memang disatu pihak input dunia pendidikan yang bermutu juga mempengaruhi kualitas, dengan masuknya lulusan fresh SMU tentunya kita berharap kedpan SDM keperawatan semakin baik. Namun demikian tentunya kita juga tetap mesti memikirkan masa depan perawat lulusan DIII.

Terlepas dari itu semua kebijakan ditutupnya Jalur ekstensi universitas negri termasuk di dalamnya ekstensi untuk PSIK sedikit banyak berpengaruh terhadap masa depan keperawatan.

Sepertinya hal ini akan menjadi kebijakan nasional atau bahkan sudah menjadi kebijakan nasional ?, terutama kebijakan Dikti. Setidaknya sudah 2 universitas yang terdengar membuat kebijakan seperti ini, universitas yang lain mungkin anda lebih tahu.

Mungkin untuk bisa melanjutkan ke jenjang S1 Keperawatan Ners bagi lulusan DIII harus ke institusi swasata, atau bahkan nantinya sudah tertutup pintu sama sekali ?

Kemanakah sebenarnya muara dari kebijakan ini ???  ke… D IV kah ???

Halooo …..RUU Keperawatan …. Apa kabarmu ???  Apa kabar para caleg yang dapat kursi DPR  … kemarin kita nyontreng lho… !!!! :D

Just Nursing Download it's free

↑ Grab this Headline Animator

About these ads
Standar

48 thoughts on “Ditutupnya Program S1 Keperawatan-Ners Ekstensi dan Masa Depan Perawat

  1. saya mendengar dan melihat hal ini ditutupnya program ekstensi bagi lulusan DIII sangat sedih sekali. waktu dulu masa spk keinginan begitu kuat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tapi apa boleh buat harus pindah jalur dulu pergi ke sma tapi berbagai pertimbangan akhirnya tidak pindah jalur ke sma dan Alhamdulillah setelah beberapa tahun kemudian ada DIII jalur khusus. dan ini lagi dari DIII keperawatan ditutup jalurnya ke S1…..huaaaaah.
    saya heran kenapa bisa seperti ini, banyak perawat muda lulusan DIII masih ingin sekolah di S1, masih banyak perawat muda ingin lebih maju…..rasanya tidak adil….kemana para punggawa perawat di pusat, tidakkah melihat banyak yang ingin maju dan ingin memajukan keperawatan!!!!mana suaramu??? ini sama saja mengkerdilkan…

  2. Rizal berkata:

    Sebenarnya yang harus ditakuti ketika ingin menutup Prodi S1 Keperawatan pada universitas negeri, adalah makin berkembangnya program S1 Keperawatan swasta yang “mungkin” hanya mengejar pemasukan materi belaka, tanpa memandang kualitas lulusan. Seharusnya pihak UN dapat sebagai “contoh manis” dari pembelajaran perawat.
    Kaitan dengan Prodi Ekstensi, saya sependapat harusnya malah para perawat senior dengan ilmu yang rata-rata sesat ini dululah yang dirangkul, ditambahin tuh isi otak biar ngga pada ngeras terus. sementara Prodi regulerlah yang harusnya dikontrol…

  3. Sebatas informasi yang saya tahu, penutupan program ekstensi untuk S1 keperawatan memang saat ini distop dulu, tetapi tidaklah akan selamanya. Alasan sementara sich kayaknya karena memang kondisi pendidikan keperawatan di Indonesia sekarang semakin semrawut saja. Sampai saat inipun, pembedaan yang tegas tentang kompetensi keperawatan untuk vokasional, profesional dan spesialis masih belum nggenah. Masih banyak materi keperawatan yang overlappe dan berkesan hanya diulang-ulang saja. Mestinya perawat spesialis lebih berkutat dan menenggelamkan dirinya pada sasaran kompetensi yang besifat lebih aplikatif-realistik-futuristik selain tentunya lebih skematik-knowlogik. Namun kenyataannya, kita jujur saja…(boleh tersinggung bagi yang mau)kompetensi D3 dengan spesialis samimawon (askep anak, maternitas, KMB, jiwa, komunitas). Cuma beda di gelarnya doang. Apalagi ditambah tidak adanya pengendalian perijinan mendirikan STIKES yang menjamur dan subur. Tetapi data terakhir menunjukkan bahwa perijinan mendirikan STIKES saat ini benar2 distop baik itu program D3 maupun S1. Yach begitulah keperawatan di Indonesia.

  4. Sebagai bagian dari universitas negeri, saya memiliki pendapat berbeda. Pembukaan dan penutupan suatu program itu sudah biasa. Banyak pertimbangan yang dijadikan pertimbangan. Salah satu pertimbangan yang sering mengganggu adalah keterbatasan anggaran. Keyakinan sebelumnya dibangun atas dasar asumsi perawat yang sudah bekerja memiliki dana lebih untuk belajar lagi, tetapi riilnya, mereka justru mengambil bagian dari kelas reguler yang akhirnya diprotes oleh para orang tua. Hal ini terjadi karena peminat ke sekolah negeri berkurang karena sekolah swasta menggunakan strategi perang tarif. UN tidak bisa berkutik karena seluruh keuangan masuk dlaam Penerimaan Negara Bukan Pajak, yang untuk mengeluarkannya harus dengan aturan yang berlaku, tidak dapat selentur swasta. Hal ini sangat menyudutkan UN, apalagi lahan praktik juga sudah menerapkan tarif berdasarkan SK pemerintah yang juga tidak dapat dinegosiasikan. Jadi dengan semakin banyaknya PTS yang membuka program S1 Ekstensi jelas menjadi pertimbangan dalam pembukaan suatu program, karena UN menganggap masyarakat sudah mampu menyelenggarakan program secara mandiri, UN akan menyelenggarakan program lain yang lebih bersifat pengembangan, misalnya, jenjang S2, S3 maupun spesialisasi. Beberapa UN juga masih membuka program ekstensi tersebut seperti FKIK UNSOED, tetapi mungkin langkah penutupan juga terjadi suatu saat, karena PTS di sekitar sudah mampu menyelenggarakan. UNSOED pun sendang berusaha mengembangkan terobosan baru di kurikulum dan perspektif baru terhadap pembelajaran keperawatan, bahkan mungkin juga program S2/Spesialisasi. Demikian penjelasan kami sebagai bagian dari UN, agar informasi lebih seimbang. Terimakasih.

  5. maskis berkata:

    Hanya ada satu kata ‘ BULSHIT ‘ S1 ekstensi mau ditutup mau terus
    ‘e g p , dunia pendidikan di Indonesia udah kadung bobrok dari sononya. sebagai perawat ‘Ndeso’ tak ada urusan dengan semuai itu . Go to hel, and never come back….maning….
    teruskan sikap arogan dan sok pintar dan sombong kalian… Mau pintar, pintarlah sendiri dan gemboklah pintu ilmu pengetahuan itu kalau memang kalian bisa. Titip pesan jg u/ pengurus PPNI pusat tidurlah terus dlm singgasana empuk kekuasaan dan janganlah pernah terbangun . Apa artinya uang Rp. 10.000/anggota yg katanya u/ nyogok DPR demi sebuah UU Keperawatan? Haaaaa …..ridiculous banget… Dan bagi DPR satu kata ‘ Dapurmu’……

  6. ade kusmanda berkata:

    aslkm…. RSU Banyumas…….
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih minggu kmarin saya bisa praktek disana mngejar target mulok dokumentasi askep komputeris, saya benar2 bangga bisa praktek dsana, kesan nya sangat puas!!!!!!! mengingat sluruh karyawannya benar2 ramah tamah sama pasien, juga mhsswa yang praktek dsana.kualitas pelayanan sangat baik, bersih rapih, disiplin.
    masalah ditutup S1???…. saya ikut prihatin dengan dunia pendidikan di Indonesia, bagaimana jadinya DIII kep tidak bs melanjutkan ke S1, atau memang benar itu salah satu cara mendesak agar jebolan DIII mask ke DIV??.. saya tak habis akal, di tubuh keperawatan sendiri sudah banyak perbedaan yang signifikan, DIV disetarakan dengan S1?… apa betul kualitasnya juga setara? saya harap jikalau nanti ditutup, ada kebijakan lain untuk mengangkat DIII supaya bs mlanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. supaya tidak terombang ambing seperti ini. saya harap kebijakan menutup S1 kelas karyawan bs dipertimbangkan lagi, mengingat masih banyak lulusan DIII.

  7. Askum semua…..
    Saya pernah berbincang-bincang dengan seseorang yang ikut pertemuan dengan AIPNI perihal masalah itu. Kata “PROGRAM EKSTENSI KEPERAWATAN DITUTUP” tidak seluruhnya benar, melainkan sedang ada pembenahan. Mengapa? karena selama ini terdapat perbedaan transkrip nilai dan cakupan SKS pada program reguler dan ekstensi padahal sama-sama telah menyelesaikan S1 keperawatan. Penyebabnya adalah penyelenggara program ekstensi belum bisa mengintegrasikan nilai pada D3 ke dalam transkrip nilai S1, dan masih banyak permasalahan-permasalahan yang lain yang perlu dibenahi. semoga saja cepat terselesaikan dan semoga dapat lebih baik…

  8. Yang menjadi diskusi menarik adalah kurikulum D3 yang dulu dan yang sekarang menurut informasi yang didapat adalah berbeda. Kurikulum D3 KBK yang sekarang juga berbeda dengan kurikulum KBKnya S1-Ners sehingga “kemungkinan” tidak bisa melanjutkan ke S1 dari D3. Kalau memang pendidikan D3 keperawatan yang sekarang di arahkan ke pendidikan vokasional menurut hemat saya perlu disosialisasikan bahwa pendidikan D3 keperawatan adalah pendidikan vokasi, contohnya sekarang universitas yang menyelenggarakan pendidikan D3 dengan jelas mencantumkan bahwa itu adalah program pendidikan vokasi… jadi bila suatu saat nanti yang dari D3 ingin melanjutkan ke S1 sudah tahu bisa atau tidak… BTW ini hanya urun rembug ..monggo yang di atas gimana baiknya , pesan saya sih perlu kearifan dalam mensikapinya .. :)

  9. wadduh kalau gini perawat DIII yang telah bekerja jadi mandek ilmunya, istilah pepatah berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian ndak nyampe2, mau ke D IV di cekal organisasi profesi, jadi ?????? !!!!

  10. WIlfirmus berkata:

    Hai perawat DIII belajarlah sendiri, mandiri, biar mahir melebihi tenaga kesehatan lainnya.Bagi yang ngurusi institusi baik pemerintah dan swasta jangan cari uang melulu buat kompor.urusi organisasi profesi perawat supaya bermutu dan berkwlitas dengan sendirinya kompornya ngepul asapnya.Dunia pendidikan sekarang menjamur. udah indonesia krisis ada apa ya???Pendidikan negeri harus jadi panutan, jangan bobroknya sama-sama anggota DPR yg maunya fasilitas aja.itu namanya mental malas.kalo gitu truss Indonesia ini lama-lama hancur.

  11. Lestari berkata:

    Salut…ama teman-teman perawat yang pingin maju dengan melanjutkan jenjang pendidikan….Sekolah D3 Kep, S1 kep maupu S2 Keperawatan tentu saja ada bedanya…karena saya alhamdulilah telah menempuh tiga-tiganya dan merasakan manfaat dan bedanya…memang hasil pendidikan kadang sulit untuk di lihat dengan kasat mata, tapi bisa kita lihat dari pola pikir, kemampuan mengembangkan keilmuan dan justifikasi setiap tindakan. Teman-teman perawat saya rasa tidak perlu emosional…selama ada yang membutuhkan studi alih jenjang dari DIII ke S1 Insya Alloh masih banyak institusi yang membuka pendidikan alih jenjang tersebut. Tidak harus negri, tapi untuk kualitas mesti lihat apakah sudah terakreditasi atau belum….karena banyak temen-temen yang menenmpuh pendidikan alih jenjang dari institusi yang belum terakreditasi akhirnya bermasalah pada saat pengurusan kenaikan pangkat kepegawaiannya. Beberapa teman yang mengelola institusi di PTN memang pernah mengeluhkan sulitnya pengelolaan dari program alih jenjang ini karena biasanya mereka masih terbentur oleh kewajiban kerja di institusi masing-masing….dan peminatnya makin turun karena sudah banyak yang memilih ambil program alih jenjang di swasta yang lebih flexibel. Bagi teman 2 perawat Tetap semangat untuk sekolah ya…

  12. S.Fransiska berkata:

    Waduh ada apa lagi ini dgn Dunia Keperawatan?
    Mengapa PPNI yang punya jumlah perawat sgt banyak tidak sekuat IDI ya???? untuk memperjuangkan nasib kta ???

  13. zainuddin berkata:

    Harusnya sekarang PPNI punya kesepakatan dengan DIKTI tentang pengelolaan pendidikan keperawatan, jangan cuma penting isi kantong dong masa ABS (asal bapak senang)

  14. NItha Welong berkata:

    Apapun kata orang hanya kita yang akan memeperjuangkan profesi kita Marilah kita bersatu untuk itu….karena pada kenyataannya kita adalah aset terbesar didunia kesehatan,Mari kta kuatkan barisan kita……!!!!!

  15. yang jelas masih ada gap antara akademisi dan klinisi keperawatan dlm mencari sosok PERAWAT INDONESIA. banyak yg harus dikorbankan. keperawatan adalah seni dan kiat. seni berdasarkan pengalaman. kiat berdasar ilmu. ga bs salah satu yg menonjol. buka lagi S 1 keperawatan utk D III yg pengen cari ilmu.

  16. ali hanafia berkata:

    memang menyedihkan broo, tapi kita tidak boleh putus asa. terus berjuang demi kemajuan profesi perawat. para perawat berjuang terus jangan sampai kita di kucilkan dan diombang-ambing terus

  17. Enril berkata:

    Saya sangat setuju bahwa pemerintah harus mulai melakukan resolusi untuk bidang tenaga keperawatan, hal ini sangat krusial khususnya di bidang pendidikan keperawatan ,mengingat potensi dari bidang keperawatan di indonesia bila dimanfaatkan dengan baik akan dapat memberikan kemajuan bagi negara, karena di eropa, USA, serta negara maju, permasalahan keterbatasan tenaga perawat menjadi issue yg sampai sekarang masih dibenahi. Karena sebenarnya jumlah tenaga perawat di indonesia relatif banyak, hanya saja karena kurang nya dukungan pemerintah maka beberapa orang terpaksa beralih dari pekerjaan yg dicintainya ini. Jika bidang keperawatan indonesia difasilitasi dgn baik, progres sdm perawat saya yakin akan mengalami perkembangan yg sgnt signifikan, para sdm perawat dpt dikirim negara untuk mengatasi permasalahn turnover perawat di negara2 maju lewat progam yg mendukung, jaminan. Hal ini dapat menjadi sumber devisa negara yg tdk sedikit. Kan pendapatan negara jd bertambah….

  18. Ners VS RN, DIV VS S1, Extensi VS Reguler, semua masih jadi PR yag tidak jelas kejelasannya! HALOOOOOO..PPNI ! Jangan biarkan masyrakat perawat jenuh dengan keruwetan ini. Permudahlah untuk berkembang, kalo sekolah udah mahal jangan lagi dibuat sulit!

  19. Salam,,,,perawat ku…..Mudah mudahan ini hanya sementara untuk pembenahan sistem dan kurikulum saja, tapi bagi yg belum alih jenjang di daerah yang PTN / PTS masih nerima Ners Ektensi buruan aja sekolah di tahun ini,, selagi ada jalan mari kita tempuh….terutama kwn sejawat di kalimantan terus semangat untuk sekolah……dan khusus yang punya kekuasaan utk dapt segera wujudkan UU Keperawatan…

  20. dora berkata:

    assalamu’alaikum…
    perkenalkan saya baru akan lulus di Ners jogja. ini hanya ingin berkisah tentang pemilihan saya di keperawatan. sewaktu SMU sebenarnya banyak sekali jurusan yang ditawarkan, kebetulan ada jurusan ilmu keperawatan yang konon kabarnya baru dibuka dan prospektif n cepat kerja. karena melihat orang tua, bismillah saya pilih sebagai pilihan pertama, alhamdulillah masuk.
    tahun pertama saya sempat bingun karena mata kuliah yang terkadang medis sekali, belum tampak sisi keperawatannya. baru semester 5,6 merasakan ilmu keperawatan.
    baru tersadar juga ketika mendapat mata kuliah etika hukum, tentang klegalitas dan posisi perawat di Indonesia yang banyak sekali jenjangnya. ternyata salah satu perbedaan dengan LN dan menjadikan perawat sukar maju adalah jenjang yang banyak itu. ada SPK, D III, D IV, S1 yang mungkin kurang jelas batasan dan kompetensinya. saya hanya berharap kita tetap berjuang, berfikir, berusaha dan berdoa untuk bersama2 membangun profesi ini. hilangkan cekcok diantara kita… saling toleransi dan fikirkan bagaimana menata Perawat kelak. oiya, doakan saya segera dapat kerja juga. matur nuwun. hidup perawat indonesia.
    wassalamu’alaikum…

  21. anza berkata:

    di tutup ??????hehehhehe ,,yang mau sekolah di larang yang ga bisa sekolah di minta ikut kejar kejar paket biar dapet kerja layak yang dach kerja digusur …ucmhhhhh,,emng bnr bnr ga karuan dunia pendidikan niechhhh …mau nya ap tho ???//lucunya lgi yang brau daptar azzz udah bleh ngadaain sekolah tinggi …..hecmmmm

  22. khan berkata:

    Masa Depan Perawat sangat ironis….., Padahal Profesi Perawat sangat mutlak diperlukan di berbagai departemen….., tetapi banyak kebijakan yang buntu……, kalau ada yang sakit siapa yang merawat?…..,andai saja Ada Perawat yang duduk sebagai DPR…., he he he mimpi kale

  23. masriani berkata:

    dari jauh sy mengungkapkan keprihatinan tentang dunia keperawatan(profesi keperawatan),,knp ada diskriminasi dalam menuntut ilmu dan ilmu itu dapat diaplikasikan untuk khlayak!!!,RRU kep hari ini pun belum jelas nasibnya,dari periode 2004/2009 belum kelar2,periode 2009/2014 mudah2n pembahasannya yang nota bene sudah diurutan 10 bisa kelar n tidak mentok diuratan 10 saja,hidup keperawatan

    salam keperawatan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  24. ryan sudrajad berkata:

    haaaaaa aku baru denger kalau s1 keperawatan di tutup????????????? kok dari dulu pendidikan keperawatan gag jelas gini,,,,,,,,,,,,,,,,

  25. opiq berkata:

    innalillahi wa inna ilaihi roojiun……………jadi di tutup???? jd g bs berkata2, rencana tinggal rencana. mdhn2 dengan kejadian ini tidak merubah careingnya teman2 perawat di tempat tugas bagi semua orang yg memebutuhkan kita amiiin. pasti kedepan ada jalan yg lebih baik buat kita semua. MAJU TERUS PERAWAT INDONESIA. by rsud serang banten

  26. agus santoso berkata:

    Penutupan program alih jenjang studi D-III keperawatan ke S1 keperawatan mohon disikapi secara arif.. kita perlu merenung sedalam mungkin tentang semua faktor yang berpengaruh terhadap kebijakan ini. jangan mudah menyalahkan orang lain karena itu tanda orang yang kurang beriman. hidup ini akan selalu bertemu dengan hal – hal yang baru dan sangat menyakitkan bagi sebagian orang dan nikmat bagi yang lain. mari kita lebih bahagia menyambut masa depan keperawatan yang masih penuh perjuangan ini. bila tidak ingin, MATI SAJA !

  27. rina berkata:

    ya..ribet banget sih coba seandainya dunia pendidikan lebih bisa melihat keluar..,bnyk prospek yg bisa diambil,perawat kita itu klo diluar negeri..termasuk yg rajin n cekatan lo,,ya tp yg pasti bnyk juga kekurangannya terutama dari segi bahsa..,apa sebetulny yg menjadi titik masalah kalo mw dibuat s1 ya s1 aja,tutup dulu d3,biarkan sobat sobat d3 meneruskan jenjang s1,jgn asal buat kebijakan tp ga memikirkan nasib lulusan d3 yg berjutaan,mereka juga sekolah pake uang bukan pke kertas ga smw punya orang tua yg kaya..untuk biayayain d3,,toh lulus s1,2,3 tetep jd perawat juga to,,,,tetep semangat sobat yg belum bisa ambil jalur s1 masih bnyk jalan menuju ROMA..ok jgn khawatir tuhan ga pernah menutup mataNYA..

  28. Noe berkata:

    pusing, sebah, senebb…semakin ruwet saja…mohon pemegang kebijakan yang ariflah…pikirkan nasib anggota profesi…hallo PPNI???

  29. Marloyati Rohi berkata:

    Menurut pengamatan saya sebagai seorang Ners yang tertatih -tatih menempuh pendidikan dari bawah, ada beberapa alasan penghentian pendidikan alih jenjang DIII ke S1 Kep.
    1. Tidak jelas perbedaan kompetensi antara lulusan DIII dan S1. Seorang dokter bila telah menyelesaikan pendidikan profesi dokter umum sudah jelas apa yang dilakukan. Seorang dokter Spesialis seperti Dr Sp OG, Sp.A, jelas wewenang dan sistem reward bagi mereka. Tapi bagi perawat sama saja setelah berada di lapangan/tempat kerja juga pengakuan masyarakat tidak tahu apa bedanya.
    2. Pendidkan STIKES menjamur dimana-mana tanpa tahu apa tujuan pendirian institusi ini. Di satu Kabupaten bisa ada 10 STIKES dan anehnya PPNI memberi rekomendasi tanpa visitasi kelayakannya.
    3. Dan masih banyak lagi……. Mohon dibuatkan pemecahan masalahnya, TKSH

  30. Jeng Hand berkata:

    Asswrwb
    Bravo perawat Banyumas, maaf kalau saya terlambat membuka blog ini tapi saya akan menginformasikan informasi terbaru tentang S1 ekstensi di PTN. Informasinya adalah selama tahun 2010-2011 ini Poltekkes Kemenkes Semarang bertempat di Prodi Keperawatan Purwokerto sedang menggodok Program S1 Keperawatan kelas reguler maupun non reguler. Memang program reguler dibuka duluan dan setelah itu baru non reguler (ekstensi) dan kita usahakan secepatnya (semester II tahun 2011). Jadi bagi yang ingin kuliah irit biaya akomodasi dan tidak meninggalkan keluarga tercinta, informasi ini bisa dipertimbangkan. Matursuwun, wassalam

  31. Jeng Hand berkata:

    Oya..lanjutin yang tadi ya…Dan untuk ke depan Prodi Poltekkes akan berganti nama menjadi Institut Keperawatan. Salam untuk Mr. Wastu

  32. sri_83 berkata:

    assalamualaikum……….
    salam untuk semua……rekan profesi
    sudah cukup banyak membaca ”al about nurses””……jka mengatakan seaindanya mungkin terlalu berandai2… sebenarnya hanya pengin menegaskan bahwa seperti apapun tugas kita sebagai” perawat” harus tetap optimis, berfikir positif dan yakin……..bahwa perubahan ada tujuannya….jika bukan generasi kita “pasti ada generasi kita yang mendatang” ……….tetap semangat

  33. heni berkata:

    assalammualaikum..
    salam kenal…
    hmmm…..padahal thn ini rncana mw mlnjutkan pend S1 kep jalur ekstensi….klo mw ditutup bgini…piye toh….

  34. Sri Ulandari berkata:

    Gimana perkembangannya sekrang?? sy tahun ini insya Allah lulus D3 keperawtan, pengennya lanjut S1 di univ negeri, adakah??? mohon info??

  35. aisyah berkata:

    Assalamu alaikum.. maaf sebelumnya,,, saya mau bertanya sama rekan2 sejawat,,,, saya mahasiswi S1 keperawatan di salah satu sekolah kesehatan swasta di kendari,SULTRA,,, Apakah bisa saya mengambil profesi/ Ners. saya di universitas lain misalnya di universitas yg ada di jawa… saya sdah tanya sama salah satu dosen saya,, katanya tdak bisa,, harus diambil satu paket,, sementara saya tidak puas dengan mutu pendidikan yg ada di kampus saya,,, jika ingin punya nilai tinggi Kami harus membayar… kalau begitu terus,, bagaimana kita bisa jadi perawat yg profesional… mohon jawaban dari rekan-rekan sejawat,,, dan terima kasih,,, wassalamu alaikum wr.wb.

  36. Lintang Oktaviano A. berkata:

    Sebenar menurut saya sebaiknya ditetapkanlah dulu UU Keperawatan baru menyusul kebijakan-kebijakan seperti ini, karena tanpa UU tersebut semua kebijakan yang mengatur hidup dan mati dunia keperawatan di Indonesia di tentukan oleh pihak-pihak lain yang tidak berkompeten dengan profesi perawat, contoh konkrit di Universitas2 negeri yang Prodi Keperawatannya di bawah Fakultas kedokteran, pastilah kebijakan yang di ambil tidak murni sebagai aspirasi dari dunia keperawatan, jadi wajarlah kalau kebijakan terasa sangat merugikan kita2 perawat walupun alasannya sebenarnya kalau menurut saya adanya nilai positifnya.
    Tetapi bila UU-nya ada maka, kita dunia keperawatan akan memanajemen dunia kita sendiri tanpa intervensi dari profesi lain.demikian pendapat saya, mari kita majukan dunia keperawatan di tanah air. Hidup Perawat!

  37. yunus berkata:

    kayak kampreeeeeeeeeeeeetttttttttttttttt….
    kalo lulusan DIII ngga bisa langsung nyambung ke profesi Ners trus mau ngapain,?
    kuliah dari awal,? trus kerjaan mau ditinggalin,? bayar pake daun? kuliah mah gampang, tapi waktu yang membatasi

  38. fahri berkata:

    Salam!!!! PPNI Pusat sampai kapan kita harus berkerja tampa ada UU yang melindungi kita, kita kerja bukan dengan pulpen dan dan kertas,,, kami harap selalu awasi UU Kep. agar cepat di sah kan,,…..

  39. saat ini banyak temen2 lulusan D3 keperawatan bingung mau nerusin sekolah…D4 dan S1 baik di PTN dan PTS ditutup tuk lulusan D3. trus gmna solusinya????

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s