Uncategorized

Jasa Perawat, Saatnya Mengakhiri Perdebatan

Sampai saat ini, profesi perawat masih mencari bentuk yang pas agar sesuai dengan budaya dan kondisi Indonesia. Walaupun mungkin ini hanya asumsi saya, tapi beberapa catatan setidaknya mengarah ke itu.

Catatan itu diantaranya :

1. Ketika kita bicara tentang standar yang sifatnya Internasional, selalu muncul pertanyaan, “Apakah sudah dikaji kesesuaian dengan budaya kita?” atau kalimat, “Standar itu kan untuk orang Amerika Utara. Apakah kita sudah sanggup menggunakannya?”

2. Sampai hari ini, mayoritas perawat kita masih buta atau setidaknya “remang-remang” bila disuruh untuk mendefinisikan praktek mandiri keperawatan. Dalam konteks ini, mayoritas teman-teman kita ketika bicara praktek mandiri keperawatan adalah “praktek di rumah / di masyarakat”. Bukan pada konteks kompetensi mandiri perawat. Bila konteksnya di Rumah Sakit, sampel yang diajukan pertama adalah memandikan dan perawatan diri. Tapi itu asumsi saya.

3. Belum ada satupun Rumah Sakit di Indonesia yang diakui secara nasional memberikan Jasa Perawat dari aktifitas perawatan. Yang diberikan oleh Manajemen Rumah Sakit, rata-rata baru sebatas Insentif yang diambilkan dari sumber dana Rumah Sakit, bukan betul-betul diambil dari jasa yang didapatkan karena aktifitas perawatan. Yang kalau di Rumah Sakit kami, disebut sebagai Jasa Langsung.

4. Dan lain-lain catatan yang mungkin Saudara bisa menambahkan sendiri lebih banyak lagi.

Dari itu, kita perlu memformulasikan seperti apa sih Jasa Perawat yang pas diberikan kepada profesi ini di Indonesia?

Bila tidak ada tarik ulur kepentingan, konsep yang kami terapkan pada beberapa aktifitas perawatan dan insyaAlloh bulan Mei besok sudah bisa dirasakan oleh perawat RSU Banyumas, dapat dijadikan acuan untuk menentukan Jasa Perawat di rumah sakit di Indonesia.

Konsep itu sama dengan konsep yang diterapkan pada profesi lain semisal dokter. Ada dua kelompok Jasa Perawat yang diterima oleh perawat, yaitu Jasa Pelayanan Keperawatan dan Jasa Tindakan Perawatan.

1. Jasa Pelayanan Keperawatan didasarkan pada pelayanan 24 jam yang diberikan oleh perawat. Ini dapat dimodifikasi melalui tingkat ketergantungan pasien. Sehingga, jasa pelayanan yang dibayarkan pasien per hari tergantung dari tingkat ketergantungan pasien. Pasien dengan tingkat ketergantungan tinggi akan berbeda dengan pasien yang memiliki tingkat ketergantungan sedang atau rendah. dan Jasa Perawat, dapat diambilkan dari prosentase dari pendapatan Jasa Pelayanan Keperawatan itu, yang kita sebut sebagai Jasa Langsung.

2. Jasa Tindakan Perawatan didasarkan didasarkan pada Jasa Pelayanan yang didapat dari aktifitas keperawatan yang spesifik dan mandiri. Terhadap hal ini, kita membutuhkan standar baku bahasa intervensi keperawatan sehingga tidak menimbulkan tanda tanya bagi profesi lain.

Bahasa baku ini menjadi penting, karena ketika kita tidak dapat memberinya nama, kita tidak dapat mengontrolnya, tidak dapat mengajarkannya, tidak dapat membiayainya, tidak dapat menelitinya dan tidak dapat menempatkannya dalam kebijakan publik. Itu setidaknya yang ditulis oleh Lang, 1980.

Maka terhadap aktifitas yang spesifik dan mandiri, kita perlu mendefinisikan lagi, membuat kesepakatan yang standar dan memberinya nama. Bila tidak mau repot, gunakanlah bahasa standar Nursing Intervention Clasificaion (NIC) yang dikeluarkan oleh IOWA University.

Tapi jangan bertanya, “Apakah sesuai dengan ke Indonesiaan kita?”

Nah… konsep Jasa Perawat (Jasa Pelayanan Keperawatan dan Jasa Tindakan Keperawatan) inilah yang di desain di Rumah Sakit kami, dan telah mendapatkan restu dari Anggota Dewan yang terhormat di Kabupaten kami sehingga masuk dalam Perda Retribusi Rumah sakit.

Soal berapa take home pay yang diterima, tergantung dari kebijakan masing-masing daerah, karena tarif terhadap pasienpun berbeda-beda menurut daerahnya. Di kota besar, tentu lebih mahal dibanding di desa seperti rumah sakit kami.

Jadi….bila Saudara sepakat, akhiri diskusi dan perdebata Jasa Perawat seperti apa, tapi silakan lihat bagaimana kami mengawalinya. Wallohu a’lam…

About these ads
Standar

2 thoughts on “Jasa Perawat, Saatnya Mengakhiri Perdebatan

  1. ulasan menarik, perlu dibahas lebih luas, seiring makin meningkatnya profesionalisme perawat, demikian pula hak perhargaan atas profesi ini diperjuangkan. gayung bersambut dalam rangka menyambut “international nurses days 12 mei” akan diselenggarakan TALKSHOW & WORKSHOP : FORMULASI JASA KEPERAWATAN DALAM LINGKUP PRAKTEK KEPERAWATAN MANDIRI & DI RUMAHSAKIT” terimakasih banyak kepada bapak SLAMET SETIYADI, S.Kep. Ners Ka.Bid Keperawatan RSU Banyumas yang akan dan berkenan sharing & memberikan materi pada acara tersebut

    jason : semoga bermanfaat dan bisa dijadikan rujukan. Baca selengkapnya : http://nursinginformatic.wordpress.com/2010/01/31/remunerasi-perawat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s