Kartu Lebaran

Mohon maaf lahir dan bathin
MENYAMBUT RAMADHAN
Jika hati ini seringkali jengkel, Jadikan ia jernih sejernih XL,
Jika hati ini seringkali iri, Jadikan ia cerah secerah MENTARI,
Jika hati ini seringkali dendam, Jadikan ia penuh kemesraan FREN
Jika hati ini seringkali dengki, Jadikan ia penuh SIMPATI
Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Ya Ramadhan
Bebaskan Diri dari ROAMING dosa,
Raihlah HOKI Raihlah JEMPOL dari Ilahy
FORM PENGKAJIAN 13 DOMAIN NANDA
Berikut ini Form Pengkajian Keperawatan yang dikembangkan dari Practical Nursing Program College of Eastern Utah dengan modifikasi dan terjemahan bebas.
Silahkan untuk dicermati dan dikembangkan lebih lanjut… monggo ..
PENGKAJIAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN 13 DOMAIN NANDA

Ada banyak referensi yang bisa digunakan dalam melakukan pengkajian keperawatan. Kita tentunya mengenal tool yang populer di keperawaatan misalnya 11 Pola Fungsional dari Gordon atau 13 Divisi dari Doengoes Morhouse. Kalau kita lihat dan berdasarkan pengalaman menggunakan pengakajian keperawatan tersebut di atas seorang perawata akan lebih mudah untuk mengidentifikasi masalah keperawatan yang nantinya akan di identifikasi sebagai nursing diagnosis.
Pada prisnsipnya diagnosis keperawatan adalah merupakan respon dari pasien sehingga pola atau bentuk pengelompokan data yang berupa pengelompokan respon dari pasien akan lebih mempermudah perawat untuk mengidentifikasi masalah pasien.
Hal ini berbeda bila kita menggunakan pengkajian dengan menggunakan pendekatan system. Kalau kita kaji lebih dalam dalam, pengkajian persystem menggunakan pendekatan mencari data dari kelainan pada organ sehingga bila perawat menggunakan pendekatan persistem akan kesulitan menemukan respon yang muncul dari pasien dan ingat diagnosis pasien adalah respon pasien dari gangguan pada organ tubuhny, ini berbeda dengan diagnosis dokter yang mengacu kepada kelainan organ pasien itu sendiri.
Dalam website NANDA tidak secara khusus menyebutkan bahwa 13 Domain NANDA dapat digunakan untuk melakukan pengkajian keperawatan. Namun demikian bila kita lihat dari struktur dan pola yang dikembangkan untuk mengelompokkan respon dan sebagai dasar toksonomi untuk nursing diagnosis, 13 Domain NANDA ini memungkinkan dan bisa digunakan untuk melakukan pengkajian keperawatan.
Seperti apa 13 Domain NANDA tersebut berikut ringkasan dan sedikit penjelasannya,
Ketika Aloe Vera ‘bicara’
Lama tidak posting soal wound care.. malu juga nich sama yang punya “Brand” tentang perawatan luka alias wound care yang spesialist…
Ada sih kepingin mendalami tentang wound care.. tapi kayaknya belum bisa saat ini.. mudah-mudahan suatu saat yaa ..kapan ya .. bisa ikut ETNEP nih… biar bisa jadi ETN
Btw ini ada satu kasus pengalaman pribadi semoga bisa dijadikan bahan diskusi kita bersama
OK.. saat ini mau sharing sedikit pengalaman saat merawat pasien denga luka yang cukup lama sembuhnya …
Pasien pria usia : 23 th . Riwayat : Paraplegia krn trauma dirumah dirawat keluarga selama +/- 6 bulan terdpt decubitus pd sacrum, regio SIAS kanan-kiri. Pada awal di rawat dengan kondisi sepsis, anemia, hypoalbumin. Kondisi luka saat dirawat : Luka grade 2-3, fase exudasi dan granulasi
Aplikasi dressing : Ca. Alginate, hydrogel pada awal di rawat, karena keterbatasan dana dressing selanjutnya dengan metode konvensional menggunakan Kasa NaCl
Perkembangan luka cukup lama, kondisi stagnan dan cenderung timbul jaringan nekrotik. Selanjutnya perawatan luka menggunakan alloe vera (asli dari tumbuhan bukan produk olahan) mulai 20-7-2008
Ditutupnya Program S1 Keperawatan-Ners Ekstensi dan Masa Depan Perawat
“Mas.. untung saya jadi masuk PSIK tahun ini, soalnya kalau jadinya masuk tahun depan kayaknya cita-cita saya untuk melanjutkan menjadi Ners tinggal impian dech…” begitu kira-kira lontaran kalimat yang terucap dari bibir seorang teman yang kebetulan sedang liburan semester pulang dari kuliahnya di Jogja.
Ada apa sih sebenarnya ? Ya.. betul ini sih berita udah agak lama semoga sih belum basi…
Telusur-demi-telusur ternyata pihak universitas negeri terbesar di Jogja itu berdasarkan kebijakan dari rektorat menetapkan tidak membuka program ektensi alias jalur khusus di universitas tersebut. Termasuk di dalamnya Program Studi Ilmu Keperawatan alias PSIK.
PERAWAT DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA
Bukan bermaksud latah ketika terjadi bencana terus ramai-ramai posting tentang bencana….
Ya .. betul peristiwa jebolnya Situ Gintung memang peristiwa bencana yang cukup hangat di ulas bahkan banyak posting di wordpress Indonesia yang membahas dan mengulas peristiwa ini sehingga semakin ramai dan semakin menaikan trafic kunjungan pembaca di blog yang mengulas peristiwa situ gintung tersebut.
Dari perspektif perblogan saja ternyata sudah bisa dilihat bahwa ternyata masyarakat kita baik di dunia nyata maupun di dunia maya masih sungguh reaktif terhadap fenomena bencana yang terjadi.
Reaktif yang dimaksud di sini adalah ternyata yang terekam kuat dalam memori kita adalah secepatnya kita berespon terhadap peristiwa bencana. Alias fase tanggap darurat.
PERAWAT WANITA MENAKLUKKAN 7 PUNCAK GUNUNG DI JAWA DALAM 9 HARI
Perawat wanita identik dengan kesan yang lemah lembut dan perhatian dengan pasien. Tapi cerita perawat wanita yang satu ini sedikit berbeda dengan kebanyakan perawat wanita lainnya.
Meskipun secara umum penampilan perawat ini layaknya perawat wanita pada umumnya, tetapi tekad dan kemauannya tidak bisa dianggap remeh : menaklukan tujuh puncak tertinggi di pulau Jawa alias the seven summit of Java, seperti dimuat HARIAN SUARA MERDEKA
PERAWAT DAN FACEBOOK
Iseng aja googling dengan keyword “perawat facebook” dan hasilnya ternyata ada sesuatu yang menarik …..
Mumpung lagi musim duren..eh demam facebook siapa tahu ada perkembangan terbaru antara facebook dan perawat. Setelah menuliskan keyword dan search …dari 10 hasil pertama yang ditampilkan, 1 sampai dengan 9 hasil dari google menyebutkan ” dua orang perawat dipecat gara-gara facebook !!”
Mentoring dalam Bimbingan Praktek Klinik Keperawatan di Rumah Sakit
Ong Rosyadi
Jangan dikira anda tidak berperan dalam mencetak generasi perawat yang unggul dimasa mendatang. Kualitas dan kondisi perawat dimasa mendatang adalah sangat tergantung dari kita (yang sudah menjadi perawat) untuk menyiapkan mereka (baca : mahasiswa keperawatan) yang praktek di bangsal kita.
Tanpa kita sadari ternyata perawat tidak begitu menghiraukan proses bimbingan terhadap mahasiswa keperawatan baik yang levelnya DIII maupun ners muda. Seakan fokus kita adalah “hanya” mengurus pekerjaan kita sehari-hari alias rutinitas saja.
Ada anggapan sebagian teman kita bahwa urusan pendidikan dan urusan bimbingan kepada mahasiswa adalah hanya merupakan urusan institusi pendidikan saja. Sehingga perawat yang di bangsal akan merasa “setengah-setengah” dalam melakukan bimbingan dan yang banyak dirasakan oleh mahasiswa praktek adalah kesan “menyuruh” melakukan sesuatu pekerjaan.
Selain itu ada anggapan juga bahwa proses bimbingan yang terbaik itu adalah yang dilakukan oleh pembimbing dari institusi pendidikan. Dalam kenyataannya terkadang pembimbing dari institusi pendidikan frekwensi kehadirannya di rumah sakit bisa dikatakan jarang atau bahkan tidak kelihatan.
Atau perawat yang ada di bangsal banyak disibukan dengan pekerjaannya masing-masing sehingga tidak sempat melakukan bimbingan dalam artian secara khusu memberikan suatu proses bimbingan kepada mahasiswa praktek keperawatan.
Pertanyaannya adalah … bagaimana caranya seorang perawat bisa melakukan tugasnya merawat pasien dengan baik demikian juga dapat melakukan proses bimbingan kepada mahasiswa praktek keperawatan dengan optimal pada saat melakukan tugasnya sehari-hari ?

