Komite Keperawatan

Komunitasnya perawat pembelajar

Ketika Aloe Vera ‘bicara’

Lama tidak posting soal wound care.. malu juga nich sama yang punya “Brand” tentang perawatan luka alias wound care yang spesialist…

Ada sih kepingin mendalami tentang wound care.. tapi kayaknya belum bisa saat ini.. mudah-mudahan suatu saat yaa ..kapan ya .. bisa ikut ETNEP nih… biar bisa jadi ETN  :D

Btw ini ada satu kasus pengalaman pribadi semoga bisa dijadikan bahan diskusi kita bersama

OK.. saat ini mau sharing sedikit pengalaman saat merawat pasien denga luka yang cukup lama sembuhnya …

Pasien pria usia  : 23 th . Riwayat : Paraplegia krn trauma  dirumah dirawat keluarga selama +/- 6 bulan terdpt decubitus pd sacrum, regio SIAS kanan-kiri. Pada awal di rawat dengan kondisi sepsis, anemia, hypoalbumin. Kondisi luka saat dirawat : Luka grade 2-3, fase exudasi dan granulasi

Aplikasi dressing : Ca. Alginate, hydrogel  pada awal di rawat, karena keterbatasan dana dressing selanjutnya dengan metode konvensional menggunakan Kasa NaCl

Perkembangan luka cukup lama, kondisi stagnan dan cenderung timbul jaringan nekrotik.  Selanjutnya perawatan luka  menggunakan alloe vera (asli dari tumbuhan bukan produk olahan) mulai 20-7-2008

Baca selebihnya »

Mei 14, 2009 Ditulis oleh Ong Rosyadi | nurse story | , , , , , , | & Komentar

Ditutupnya Program S1 Keperawatan-Ners Ekstensi dan Masa Depan Perawat

“Mas.. untung saya jadi masuk PSIK tahun ini, soalnya kalau jadinya masuk tahun depan kayaknya cita-cita saya untuk melanjutkan menjadi Ners tinggal impian dech…” begitu kira-kira lontaran kalimat yang terucap dari bibir seorang teman yang kebetulan sedang liburan semester pulang dari kuliahnya di Jogja.

Ada apa sih sebenarnya ? Ya.. betul ini sih berita udah agak lama semoga sih belum basi…

Telusur-demi-telusur ternyata pihak universitas negeri terbesar di Jogja itu berdasarkan kebijakan dari rektorat menetapkan tidak membuka program ektensi alias jalur khusus di universitas tersebut. Termasuk di dalamnya Program Studi Ilmu Keperawatan alias PSIK.

Baca selebihnya »

April 17, 2009 Ditulis oleh Ong Rosyadi | nurse story | , , , , , , | & Komentar

The Next Generation of Nursing

Kalau boleh dibilang, saat ini ada loose generation di perawatan banyumas. Bukan karena tidak ada orang, tapi mungkin lebih karena rasa pekewuh dengan yang senior. Dan akibat dari itu, komunitas perawat yang bergabung dalam barisan fungsional, masih belum mau/enggan untuk mengambil alih Baca selebihnya »

Maret 23, 2009 Ditulis oleh Jason | nurse story | | No Comments Yet

NANDA, NIC, NOC bahasa Indonesia ??? di Google Ajaaaaa !!!!

ong rosyadi

Percayakah anda bahwa dari sekian banyak pengunjung yang mampir dan nyasar ke blog ini adalah mencari yang namanya NANDA dan kawan-kawannya NIC, dan si NOC selain tentunya cari yang gratisan di DOWNLOAD GRATIS setidaknya begitu kurang lebih yang terekam dalam dasboard blog ini.. gak percaya lihat aja di gambar berikut

1

Dan ternyata dengan semakin dilengkapinya google dengan translate ke bahasa Indonesia semakin membuat perawat Indonesia terbuka untuk banyak mengeksplore NANDA, NIC, NOC …

berikut akan kita tampilkan langkah sederhana pake google Baca selebihnya »

Januari 9, 2009 Ditulis oleh Ong Rosyadi | nurse story | , , , , , , , , | & Komentar

Spiritual Journey, Upaya Menjaga Stamina Perawat

abi-baruKalau kita ingat-ingat lagi tentang fungsi perawat, maka di sana ada beberapa catatan yang menarik. Fungsi perawat yang luar biasa ini yang diambil dari filosofi perawatan, ternyata telah di ditanamkan sebagai pondasi kuat oleh para pendahulu kita. Tapi sayang fungsi itu belum secara optimal diperankan oleh kita.

Fungsi – fungsi yang belum optimal itu adalah ‘perawat sebagai pendidik dan sebagai advokat’. Sebagai pendidik dan advokat walaupun utamanya adalah untuk pasien, tapi berkat kebiasaan yang

Baca selebihnya »

Desember 1, 2008 Ditulis oleh Jason | nurse story | , , | & Komentar

Next On After NIC

Saya meyakini tentang “dua kata” yang dipikirkan bersama oleh perawat Indonesia dan mungkin diperjuangkan oleh sebagian perawat se Indonesia. Dua kata itu adalah Profesional dan Kesejahteraan.

Kata yang pertama (profesional), saya tidak akan membahas terlalu panjang di tulisan ini, karena sudah banyak yang membahasnya. Saya hanya bertanya, “Seperti apa sih profesional?” Kalau saudara menjawab, “PROFESIONAL ITU SEPERTI SAYA” (menunjuk diri sendiri), …………….

Baca selebihnya »

Agustus 30, 2008 Ditulis oleh Jason | nurse story | , , , | No Comments Yet

wound care & home care : peluang meningkatkan kesejahteraan perawat

Pagi hari ketika mulai melakukan aktivitas rutin ruangan tiba-tiba telpon ruangan berbuntyi ..

Tut..tut..tutt…tuttt

“Selamat pagi dst …..” saya menyapa orang yang bicara di ujung telpon ruangan sedikit basa-basilah …

Teman yang bicara di ujung telpon bicara : “Begini mas… pasien saya yang di rawat sudah mau pulang, ini rencana mau home care.. pasien ulkus DM sudah dilakukan debridemen sudah diijinkan pulang tapi masih memerlukan perawatan luka di rumah.. tadi dokter juga menyarankan untuk home care..tolong kesini lihat ke sini ya mas .. ini mau pake modern dressingnya apa ??..

Baca selebihnya »

Agustus 26, 2008 Ditulis oleh Ong Rosyadi | nurse story | , , , | No Comments Yet

Pasukan lini depan risiko segudang.. Memadaikah Amunisinya ?

Beberapa waktu yang lalu ada komentar dari pembaca yang masuk ke weblog kita ini, bunyinya seperti ini :

mungkin untuk sementara kita alihkan perhatian terhadap sesuatu yang bersifat kemanusiaan, kita singkirkan dulu hal-hal tentang bagaimana cara menyuntik agar tidak sakit, tentang bagaimana cara merawat luka, tentang asuhan keperawatan yang “computerized”, tentang NIC-NOC, tentang akreditasi, tentang ISO, dan tentang hal lain yang bersifat teknis. Tulisan ini ditujukan untuk seluruh perawat RSU Banyumas khususnya, lebih luas lagi petugas medis RSU Banyumas, lebih luas lagi seluruh karyawan RSU Banyumas, dan semua pada umumnya.

Baca selebihnya »

Juli 15, 2008 Ditulis oleh Ong Rosyadi | nurse story | , | & Komentar

Jeritan di Pagi Bolong

Pagi itu suasana bangsal kurang lebih seperti hari biasanya. Sebagai bangsal perawatan kelas tiga seperti kebanyakan rumah sakit lain di jaman yang serba susah ini, bangsal penuh alias full house tak tersisa satupun tempat tidur yang kosong.

Kegiatan pagi hari saat itu berjalan dengan penuh makna, maklum sebagai bangsal yang menerapkan MPKP alias Model Praktek Keperawatan Profesional ( ceilah….. profesional ) dengan menggunakan metode MPM alias Model Primer Modifikasi (apanya ya yg dimodifikasi?) … diawaali dengan timbang terima jaga AN (assosiate nurse) dinas malam ke PN (primary nurse) yang jaga pagi, dilanjutkan dengan moorning meeting dan prekonference… ya begitulah meskipun kita merawat pasien kelas tiga yang sekarang pake istilah jankesmas itu profesionalisme tetap kita kedepankan ( ehem..ehem). Baca selebihnya »

Juni 24, 2008 Ditulis oleh Ong Rosyadi | nurse story | | & Komentar