Komite Keperawatan

Komunitasnya perawat pembelajar

FORM PENGKAJIAN 13 DOMAIN NANDA

Berikut ini Form Pengkajian Keperawatan yang dikembangkan dari Practical Nursing Program College of Eastern Utah dengan modifikasi dan terjemahan bebas.

Silahkan untuk dicermati dan dikembangkan lebih lanjut… monggo ..  :)

Juli 22, 2009 Ditulis oleh Ong Rosyadi | nursing artikel | , , , , | & Komentar

PENGKAJIAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN 13 DOMAIN NANDA

ASKEP KOMPUTERISASI

Ada banyak referensi yang bisa digunakan dalam melakukan pengkajian keperawatan. Kita tentunya mengenal tool yang populer di keperawaatan misalnya 11 Pola Fungsional dari Gordon atau 13 Divisi dari Doengoes Morhouse. Kalau kita lihat dan berdasarkan pengalaman menggunakan pengakajian keperawatan tersebut di atas seorang perawata akan lebih mudah untuk mengidentifikasi masalah keperawatan yang nantinya akan di identifikasi sebagai nursing diagnosis.

Pada prisnsipnya diagnosis keperawatan adalah merupakan respon dari pasien sehingga pola atau bentuk pengelompokan data yang berupa pengelompokan respon dari pasien akan lebih mempermudah perawat untuk mengidentifikasi masalah pasien.

Hal ini berbeda bila kita menggunakan pengkajian dengan menggunakan pendekatan system. Kalau kita kaji lebih dalam dalam, pengkajian persystem menggunakan pendekatan mencari data dari kelainan pada organ sehingga bila perawat menggunakan pendekatan persistem akan kesulitan menemukan respon yang muncul dari pasien dan ingat diagnosis pasien adalah respon pasien dari gangguan pada organ tubuhny, ini berbeda dengan diagnosis dokter yang mengacu kepada kelainan organ pasien itu sendiri.

Dalam website NANDA tidak secara khusus menyebutkan bahwa 13 Domain NANDA dapat digunakan untuk melakukan pengkajian keperawatan. Namun demikian bila kita lihat dari struktur dan pola yang dikembangkan untuk mengelompokkan respon dan sebagai dasar toksonomi untuk nursing diagnosis, 13 Domain NANDA ini memungkinkan dan bisa digunakan untuk melakukan pengkajian keperawatan.

Seperti apa 13 Domain NANDA tersebut berikut ringkasan dan sedikit penjelasannya,

Baca selebihnya »

Juli 11, 2009 Ditulis oleh Ong Rosyadi | nursing artikel | , , , , , , | 1 Komentar

IMPLEMENTASI ASKEP DENGAN WARNA

Semua orang dengan mata normal tahu warna yang terpancar pada benda yang ada disekitar kita, mulai hitam, merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan mungkin masih warna kombinasi hasil reka yasa manusia. Sangatlah mudah dengan hadirnya komputer dan printer membuat warna menjadi menjadi enak dipandang tetapi tidak jelas namanya (hanya code). Banyak manusia yang terkecoh membeli barang “mobil, motor, rumah bahkan obat-obatan” dengan desain warna mau membeli dengan harga tinggi walaupun mutu produknya rendah,
Baca selebihnya »

Mei 21, 2009 Ditulis oleh Ronin Hidayat | nursing artikel | | 1 Komentar

Nyantrik 3

Akhirnya sampai juga saat yang dinanti. Koordinasi antara institusi pengelola pendidikan perawat dengan lahan praktek RSU Banyumas disepakati. Ada 20 perwakilan institusi pendidikan perawat yang melakukan MoU dengan RSU Banyumas hadir dalam launching model bimbingan RSU Banyumas yang berlabel “nyantrik”.

Diantaranya dari STIKES Gombong, D3 Kep UMP, STIKES Magelang dll. Keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi mahasiswa perawatan akhirnya deal, dimana Baca selebihnya »

Maret 11, 2009 Ditulis oleh Jason | nursing artikel | , , , , , , | No Comments Yet

Mentoring dalam Bimbingan Praktek Klinik Keperawatan di Rumah Sakit

Ong Rosyadi

Jangan dikira anda tidak berperan dalam mencetak generasi perawat yang unggul dimasa mendatang. Kualitas dan kondisi perawat dimasa mendatang adalah sangat tergantung dari kita (yang sudah menjadi perawat) untuk menyiapkan mereka (baca : mahasiswa keperawatan) yang praktek di bangsal kita.

Tanpa kita sadari ternyata perawat tidak begitu menghiraukan proses bimbingan terhadap mahasiswa keperawatan baik yang levelnya DIII maupun ners muda. Seakan fokus kita adalah “hanya” mengurus pekerjaan kita sehari-hari alias rutinitas saja.

Ada anggapan sebagian teman kita bahwa urusan pendidikan dan urusan bimbingan kepada mahasiswa adalah hanya merupakan urusan institusi pendidikan saja. Sehingga perawat yang di bangsal akan merasa “setengah-setengah” dalam melakukan bimbingan dan yang banyak dirasakan oleh mahasiswa praktek adalah kesan “menyuruh” melakukan sesuatu pekerjaan.

Selain itu ada anggapan juga bahwa proses bimbingan yang terbaik itu adalah yang dilakukan oleh pembimbing dari institusi pendidikan. Dalam kenyataannya terkadang pembimbing dari institusi pendidikan frekwensi kehadirannya di rumah sakit bisa dikatakan jarang atau bahkan tidak kelihatan.

Atau perawat yang ada di bangsal banyak disibukan dengan pekerjaannya masing-masing sehingga tidak sempat melakukan bimbingan dalam artian secara khusu memberikan suatu proses bimbingan kepada mahasiswa praktek keperawatan.

Pertanyaannya adalah … bagaimana caranya seorang perawat bisa melakukan tugasnya merawat pasien dengan baik demikian juga dapat melakukan proses bimbingan kepada mahasiswa praktek keperawatan dengan optimal pada saat melakukan tugasnya sehari-hari ?

Baca selebihnya »

Februari 27, 2009 Ditulis oleh Ong Rosyadi | nursing artikel | , , , , , | & Komentar

Nyantrik 2

jas1Bahasa yang lebih keren untuk mengganti kata “nyantrik” adalah bimbingan model “mentoring”. Dengan model mentoring ini, diharapkan mahasiswa memiliki figur perawat yang ideal. Mengapa demikian?

Ada beberapa catatan dan Baca selebihnya »

Februari 27, 2009 Ditulis oleh Jason | nursing artikel | , , , , , , , , , | 1 Komentar

Nyantrik 1

Laporan Pendahuluan (LP), Pre Converence, Post Converence, Ronde Keperawatan, Presentasi Kasus, Kasus Kelolaan, Journal Reading, Suplemen, Bed Side Teaching adalah serangkaian aktifitas yang dilakukan baik oleh institusi pendidikan maupun lahan praktek mahasiswa, untuk memenuhi Baca selebihnya »

Februari 27, 2009 Ditulis oleh Jason | nursing artikel | , , , , , , , , | No Comments Yet

Kita adalah Perawat

abi-baru

Beberapa informasi yang saya dengar, banyak Rumah Sakit (baca: perawat) mendirikan Komite Perawatan hanya sekedar untuk bersaing dengan Bidang Perawatan. Bahkan sampai hari kemarin pun ada seorang perawat dari sebuah rumah sakit datang ke saya, menyampaikan hal yang sama.

Baca selebihnya »

Februari 23, 2009 Ditulis oleh Jason | nursing artikel, open mind | , , , | & Komentar

Perawatan Luka “Moisture Balance”

Sedikit tulisan tentang perawatan luka “MOISTURE BALANCE”

FAKTA SEPUTAR PENYEMBUHAN LUKA
Lingkungan luka yg seimbang kelembabannya memfasilitasi pertumbuhan sel dan proliferasi kolagen didalam matrik non selular yg sehat.
Pada luka akut moisture balance memfasilitasi aksi faktor pertumbuhan, cytokines dan chemokines yang mempromosi pertumbuhan sel dan menstabilkan matrik jaringan luka.
Excess moisture / terlalu lembab di atas luka dapat merusak proses penyembuhan luka dan merusak sekitar luka, menyebabkan maserasi tepi luka.
Inadequate moisture / kurang lembab pada luka karena biasanya karena luka terpapar udara memicu terjadinya wound desiccation, necrosis, dan pembentukan eschar menyebabkan perkembangan luka yang jelek.
Pembentukan eskar dapat memperlambat regenerasi sel (keratinocytes) berpindah dari tepi luka ke tengah luka.
Epithelialization ideal pada permukaan yang rata, migrasi yang optimal akan terhalang bila terjadi pembentukan eskar.

“MOISTURE BALANCE”
Why “moist wound care” Baca selebihnya »

Mei 8, 2008 Ditulis oleh Ong Rosyadi | nursing artikel | | & Komentar

Modern Dressing – perawatan luka modern

Perkembangan perawatan luka (wound care ) berkembang dengan sangat pesat di dunia kesehatan. Metode perawatan luka yang berkembang saat ini adalah perawatan luka dengan menggunakan prinsip moisture balance, dimana disebutkan dalam beberapa literature lebih efektif untuk proses penyembuhan luka bila dibandingkan dengan metode konvensional.

Perawatan luka dengan menggunakan prinsip moisture balance ini dikenal sebagai metode modern dressing dan memakai alat ganti balut yang lebih modern. Metode tersebut belum begitu familiar bagi perawat di Indonesia, khususnya perawat di RSU Banyumas.

Metode perawatan luka modern dressing ini telah berkembang di Indonesia terutama rumah sakit besar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, sedangkan di rumah sakit-rumah sakit setingkat Kabupaten, perawatan luka menggunakan modern dressing tersebut masih belum berkembang dengan baik, sehingga merupakan peluang dan terobosan bagi Rumah Sakit Banyumas dalam pengembangan pelayanan khususnya pelayanan keperawatan.

Beberapa waktu yang lalu beberapa perawat RSU Banyumas telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh himpunan perawat spesialisas yang bergerak dibidang perawatan luka, ostomy dan inkontinensia yang dikenal dengan dengan WOCARE (Wound Ostomy and Incontinentia Care) atau yang dikenal sebagai perawat ETN (Enterostomal Therapy Nursing). Hasil pelatihan yang diselenggarakan oleh RS Darmais Jakarta tersebut telah dilakukan aplikasi terhadap beberapa pasien baik di rumah sakit maupun pasien home care dengan hasil yang baik bagi perkembangan luka pasien. Baca selebihnya »

April 26, 2008 Ditulis oleh Ong Rosyadi | nursing artikel | | & Komentar