OUR MIND
Selamat datang di weblog Komite keperawatan RSU Banyumas, kami berharap halaman-halaman yang ada dihadapan anda dapat menjadi inspirasi dan komunikasi tentang pemikiran kami komunitas perawat yang ada di RSU Banyumas.
Harapan kami wahana ini bukan hanya untuk komunitas di internal RSU Banyumas saja akan tetapi kami berharap akan menjadi sebuah media online yang tanpa batas yang dapat di akses dalam jangkauan yang lebih luas.
Bagi pengunjung dipersilahkan untuk membaca tulisan kami yang sudah diposting semoga bermanfaat bagi perkembangan keperawatan di Indonesia.
Salam kami dari Banyumas


Go ahead! We should open up our mind, and smooth up our soul.
Webblog nya bagus sekali, salut!
salam kenal dari saya, mahasiswa profesi gizi yang sedang praktik di sini..
Semoga instalasi gizi juga ngga kalah nantinya
saya perawat di di rsud ungaran
saya salut,salut en salut banget ma ini blog
selama ini saya seperti katak dalam tempurung
agak tau perkembangan keperawatan
dengan adanya blog menambah wawasan tentang perawat en keperawatan
ni serius mo nanya???
kalo rs banyumas mengadakan pelatihan tentang keperawatan terutama tentang nic,noc….
tolong kabari aq di plilik@yahoo.co.id
en kalo ada info baru kirim dong ke emailku
sekali trims,trims en trims
ayo maju perawat indonesia
mungkin untuk sementara kita alihkan perhatian terhadap sesuatu yang bersifat kemanusiaan, kita singkirkan dulu hal-hal tentang bagaimana cara menyuntik agar tidak sakit, tentang bagaimana cara merawat luka, tentang asuhan keperawatan yang “computerized”, tentang NIC-NOC, tentang akreditasi, tentang ISO, dan tentang hal lain yang bersifat teknis.
Tulisan ini ditujukan untuk seluruh perawat RSU Banyumas khususnya, lebih luas lagi petugas medis RSU Banyumas, lebih luas lagi seluruh karyawan RSU Banyumas, dan semua pada umumnya.
Mungkin sudah banyak yang mendengar adanya rekan perawat di RSU Banyumas yang kebetulan karena resiko pekerjaannya, dia terinfeksi bakteri TBC. Sebenarnya sudah lama kasus ini menimpa dia, tapi entah karena tidak dirasa atau hal lain, penulis kurang mengetahui.
Yang menjadi keprihatinan penulis adalah, sungguh ironis hal seperti ini menimpa petugas kesehatan, walau kita tahu bahwa resiko petugas kesehatan adalah kemungkinan terkena infeksi dari pasien. Tetapi bukankah seharusnya juga ada manajemen resiko untuk menghindari atau meminimalisasi resiko, atau setidaknya ada suatu usaha pengobatan yang serius dari awal sehingga tidak semakin parah.
Kita tidak tahu ini salah siapa, dan memang seharusnya kita jangan menyalahkan siapa atau siapa. Tapi kita harus peduli.
Saya bukan perawat, tapi saya berfikir, bagaimana jika hal di atas itu menimpa saya? Atau adik saya? Atau istri saya? Atau anak saya? Atau ibu saya, dan seandainya saya masih kecil yang harusnya bermain dan bercanda dengan ibu?
Untuk saat ini mungkin saya tidak akan menangis, yang mungkin karena air mata sudah habis.
Saya turut prihatin dengan kejadian ini, merupakan PR kita bersama untuk bisa menciptakan suasana safe dalam bekerja. Sebagai informasi saudara kita ini telah melakukan program pengobatan TBnya, dari pengalaman kita merawat pasien kita sering menjumpai kasus pasien dg pangobatan TB telah selasai tapi kemudian dirawat lagi dengan TB. Masalah TB yang kompleks ini bukan hanya masalah di tempat kita akan tetapi merupakan masalah nasional bahkan masalah dunia. Upaya kita untuk meminimalkan risiko ini terus kita upayakan, mudah-mudahan kejadian ini menjadi pembelajaran yang berharga bagi kita semua kepedulian kita pada diri kita dan teman-teman kita untuk tidak terjadi lagi dikemudian hari. Tidak bijaksana apabila kita hanya saling menyalahkan, mari kita doakan teman kita untuk segera sembuh dan pulih kembali seperti semula, tentunya upaya yang riil harus kita upayakan untuk mencegah timbulnya kejadian yang tidak kita harapkan ini…..
Isi beritane alon (lawas) kayane wong siji thok ya Mas Ong, kudune nggal dina terbit lan kinclong kaya iklan mobil/motor
Tapi SLAMAT YA, komentar pinter tapi nglakoni abot banget, kaya “Lagi Ngimpi Enak” Palpebrane abot buka sebab ana bandul 30 Kg
Pak Ong Rosyadi, avatarnya masih kosong..
isi dong