Perawat dan Nilai Positif Politik

Teman saya seorang perawat, berkat kegigihan usaha dan kemauan kerasnya, selesai mengikuti pendidikan Ners di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, kemudian melanjutkan program Pasca Sarjana di sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Ibukota. Kemauan dan kemampuannya itulah yang mendorong keberhasilannya mendapatkan bea siswa, sebagai pegawai yang mendapatkan ijin belajar dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Proses belajar berjalan dengan lancar, uang bea siswa juga selalu terbayarkan tepat waktu. Rekomendasi untuk melanjutkan kuliah, Surat Ijin Belajar dan lain-lain administrasi kelengkapan syarat kuliah diurus saat awal-awal mengikuti pendidikan.

Waktu berjalan terus, hari, bulan bahkan tahun dilalui, sampailah pada penghujung tahun akademik. Tesis telah diselesaikan, ujian telah diikuti, saatnya menunggu hari untuk diwisuda mendapatkan gelar Master.

Dua tahun proses belajar telah terselesaikan, dua tahun pula menunggu saatnya Gelar Pasca Sarjana dibacakan. Tapi saat-saat akhir menghitung hari yang berbahagia itu, betapa menjadi sangat kecewa ketika Surat Ijin Belajar yang telah diurus pada awal pendidikan itu ternyata belum selesai dikerjakan oleh instansi yang bertanggungjawab mengeluarkan surat itu. Dua tahun, hanya untuk membuat selembar kertas bertuliskan Ijin Belajar saja tidak selesai. Sesuatu yang sangat luar biasa bagi kita orang-orang yang polos dan lugu.

Setelah diusut, dicari tahu, apa yang sebenarnya terjadi? Jawabannya tentu saudara tahu, bahkan mungkin saja pernah mengalami…………….. Itulah Indonesia kita.

Tidak ada kata lain yang bisa kita lakukan menghadapi situasi-situasi yang mendesak, kecuali kita harus terlibat dalam dunia Politik. Sebagian kita mungkin menganggap politik itu buruk, menakutkan, kotor dan sebagainya. Tapi bagi kita yang mampu memerankan posisinya, dunia politik menjadi sesuatu yang menyenangkan bahkan kadang menggairahkan.

Teman saya yang sudah sedikit kecewa dan mutung itu, saya ajak untuk audiensi dengan wakil-wakil kita di DPRD yang telah kita pilih pada Pemilu 2004 yang lalu. Saya sampaikan maksud kedatangan saya, teman saya suruh bercerita tentang kronologis peristiwa dan akibat-akibat yang mungkin timbul apabila Surat Ijin Belajar itu tidak jadi, padahal dia sudah lulus dll. Setelah semua data dan peristiwa kita sampaikan (ternyata kasusnya lebih dari 5 orang), akhirnya kita ditemani oleh Anggota Dewan yang terhormat itu untuk menemui Badan Kepegawaian Daerah. Dan hasilnya? Tidak usahlah dibahas di sini…………………………………….

Cerita ini hanya satu dari sekian banyak peran yang bisa dilakukan oleh Anggota Dewan yang telah kita pilih melalui pemilu itu. Padahal saya meyakini, masih banyak kasus lain yang kita bisa memanfaatkan posisi strategis Beliau-Beliau di sana. Masalah kesejahteraan perawat, masalah nilai ideology perawat, masalah kemandirian perawat dll, yang itu akan dapat terwujud ketika ada Political Will’ dari pemerintah. Dan kemauan politik pemerintah itu akan dapat terealisasi, manakala DPR yang notabene memiliki fungsi ‘kontrol’ terhadap berjalannya fungsi pemerintahan itu, telah memberikan dorongan dan kemauan yang kuat.

Undang-undang Praktek Keperawatan adalah satu contoh yang berharga bagi kita semua. Melakukan Show of Force untuk mengegolkan Undang-undang itu saya setuju bahkan sangat setuju. Tapi itu bukan satu-satunya jalan yang bisa ditempuh. Membuat hubungan, aviliasi, negosiasi, bahkan sampai kontrak politik merupakan jalan alternative lain yang bisa dicoba untuk mengakomodasi kepentingan perawat, tanpa harus mengeluarkan dana berjuta-juta rupiah.

Yang ideal memang mustinya ada perawat yang menjadi anggota dewan. Tapi kita semua juga paham, bahwa mayoraitas teman kita masih alergi untuk bicara politik. Padahal di sana banyak nilai positif yang bisa diambil oleh kita, terutama dalam memperjuangkan hak-hak kita.

Maka saya menyarankan kepada teman-teman yang berada di bawah pemerintahan daerah (Pemda), baik itu Kota, Kabupaten atau Propinsi. Sebentar lagi akan ada Pemilihan Umum 2009 untuk memilih wakil-wakil kita di dewan. Megapa kita tidak memanfaatkan moment itu untuk menjalin hubungan yang baik dengan calon wakil kita? Tidak harus kita ikut kampanye karena posisi kita yang PNS. Tidak juga kita harus memberikan sumbangan dana pemilu untuk calon tertentu. Banyak hal-hal lain yang bisa kita lakukan di sana. Dan memang kita butuh perawat-perawat yang cerdas dan kreatif.

Tapi modal terpenting bagi kita semua adalah menghindarkan pikiran negative, bahwa politik selalu kotor. Karena masih banyak di sana orang-orang yang baik, memiliki hati nurani, memiliki kepedulian, bersih dan professional. Selamat berpolitik yang positif untuk kemajuan profesi perawat.

Pos ini dipublikasikan di hukum-kesehatan dan tag , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Perawat dan Nilai Positif Politik

  1. wastu berkata:

    Sebenarnya itu yang disebut blocking mental. Sering sekali potensi kita dibatasi oleh mental kita sendiri. Ada baiknya kita undang Romy Rafae, atau Lelik, atau Eko Winarto, atau saya sendiri (hee hee). untuk membebaskan perawat dari blocking mental politic. Bravo Merdeka!!!

  2. kiki berkata:

    hai sobat bagus sekali ide kalian, masih perlu banyak perawat seperti itu, dan yang jelas harus punya mimpi soal pelaksanaan itu proses waktu, perawat berpolitik atau memanfaatkan momen 2009 dibutuhkan pemimpin perawat, di banyumas ayo kita galang kenapa tidak ayo ayo ayao

  3. Puji hastuti berkata:

    Dibutuhkan komitmen yang kuat tuk selalu memperjuangkannya, kesamaan tekad, visi dan misi dan yang jelas masalah dana jangan dilupakan krn dr situ jg modal tuk melangkah ke gedung DPR, bgm perawat?

  4. Alfin berkata:

    Buat yang punya putra-putri, semoga website ini bisa membantu belajar berbahasa inggris http://sinauonline.50webs.com/Artikel/Free%20English%20Software%20For%20Kid.html

  5. gunawan berkata:

    saya setuju dengan apa yg anda tegaskan,sangat perlu kita masuk dunia politik untuk kemajuan profesi Perawat/Ners

  6. ikha dan ghaldy berkata:

    perawat tetap perawat perawat tugas yang mulia skali baik dimata manusia maupun dimata Tuhan,hidup prewat

    thankkkkksssssssssssss

  7. maki berkata:

    kalau peranan prawat dalam dunia politik seperti apa…???
    aku lagi membutuhkannya nih….
    can u help me…

  8. rhizdwan berkata:

    unxx akh…. udah jadi dpr mah lpa eunxx.. UU kep mah hnya mimpi da perawatnya banyak cw. cowona ge kaya cewe.. jadi feminim we…

  9. NItha Welong berkata:

    Bagaimana pun perawat punya tugas mulia ,semulia apapun tugas perawat ttp harus punya payung hukum ,oleh karena itu mari kita dukung UU Keperawatan yang sampai saat ini masih diperjuangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s