Kemerdekaan Perawat yang Belum Merdeka

Tetesan air mata yang jatuh mengalir di pipi para pejuang perawat mungkin sudah habis. Sebagiannya tinggal tangisan yang hampir tak terdengar. Teriakanpun sudah tidak dihiraukan lagi, dan sebagian mungkin frustrasi ke mana akan meminta tolong dan perhatian. Itu kira-kira gambaran yang terjadi di profesi perawat, ketika bicara tentang perjuangan nasib profesi yang menghendaki kemerdekaan layaknya profesi lain.

Nasib….. itu mungkin kata yang pas menggambarkan keadaan kita. Seorang teman bercerita tentang bagaimana orang lain menghargai kerja perawat.

Teman saya seorang lulusan Pasca Sarjana Keperawatan. Kebetulan dia menjadi seorang konsultan VCT. Kepiawaiannya dalam memotivasi orang, menyampaikan presentasi, mengarahkan pembicaraan dan kemampuan-kemampuan yang lain, menjadikan dia memiliki jam terbang yang tinggi dalam urusan VCT. Pokoknya hampir semua kegiatan yang berhubungan dengan VCT, maka teman saya itu yang berangkat.

Pendek kata, kalau bicara tentang kompetensi, maka teman saya itu memiliki kompetensi yang lebih dari cukup. Tapi sekali lagi, nasib………

Ketika Dinas Kesehatan Kabupaten, Dinas Sosial atau Dinas-dinas yang lain membutuhkan seorang pembicara, penceramah atau motivator, selalu saja surat yang masuk musti ditujukan kepada dokter atau psikolog. Walaupun, yang berangkat tetap teman saya yang notabene perawat. Itulah realita masyarakat kita. S1, S2 bahkan S3 pun, kalau masih perawat tetap saja masih belum diakui keberadaannya.

Keadaan itu tidak saja terjadi pada kasus-kasus di atas, tapi hampir terjadi di semua area perawatan. Dalam banyak hal, banyak perawat yang memiliki kompetensi jauh lebih baik dari profesi yang lain. Tapi pengakuan formal, betapa masih membutuhkan perjuangan yang panjang bahkan sangat panjang.

Lihat saja di rumah sakit-rumah sakit kita. Kepala Instalasi Rawat Inap, hampir selalu dipegang oleh seorang dokter. Sangat sedikit rumah sakit yang mempercayakan peran itu diberikan kepada perawat. Padahal di rawat inap, SDM terbanyak adalah perawat. Itu pula yang mungkin mendasari mengapa fasilitas perawat tidak pernah lebih baik dari tahun ke tahun. Karena memang, bukan perawat yang memikirkan. Tambah tragis lagi, sampai hari ini pun masih ada rumah sakit yang Kepala Bidang Perawatan nya masih dokter.

Bila demikian keadaannya, kapan profesi ini akan mandiri, menentukan nasib dan arah kebijakannya sendiri. Padahal Kemandirian identik dengan Kemerdekaan.

Wal hasil, yang sedang kita perjuangkan selama ini ternyata adalah satu kata, yang disebut KEMERDEKAAN.  

Merdeka menentukan nasib sendiri, merdeka menentukan kebijakan sendiri, merdeka dengan pola pikir sendiri, dan merdeka menentukan kemerdekaan sendiri. Selamat berjuang para Pahlawan Perawatan. Semoga cita-cita kemerdekaan profesi, akan kita raih walau mungkin dengan tetesan peluh dan air mata yang lebih banyak lagi.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kemerdekaan Perawat yang Belum Merdeka

  1. fathur rohman berkata:

    aku prihatin melihat perawat indonesia, setiap tahunnya mengirim tenaga keperawatan ke luar negri ribuan n saya g tau apa ini kesuksesan perawat indonesia atau malah kemunduran. apakah KEMERDEKAAN itu sengsara dinegri sendiri atau senang dinegara orang lain.

  2. ong berkata:

    Mungkin kita perlu meniru dalam artian positif perawat philipina menurut teman yg kuliah di Philipina awalnya kondisi perawat di sana sama dengan kita disini, kemudian banyak perawat mereka yang pergi ke luar negeri, banyak belajar dari luar, kemudian kembali ke negeri mereka dan banyak melakukan perubahan… .. Saya yakin perawat Indonesia lebih bisa ..Merdeka Bung !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s