wound care & home care : peluang meningkatkan kesejahteraan perawat

Pagi hari ketika mulai melakukan aktivitas rutin ruangan tiba-tiba telpon ruangan berbuntyi ..

Tut..tut..tutt…tuttt

“Selamat pagi dst …..” saya menyapa orang yang bicara di ujung telpon ruangan sedikit basa-basilah …

Teman yang bicara di ujung telpon bicara : “Begini mas… pasien saya yang di rawat sudah mau pulang, ini rencana mau home care.. pasien ulkus DM sudah dilakukan debridemen sudah diijinkan pulang tapi masih memerlukan perawatan luka di rumah.. tadi dokter juga menyarankan untuk home care..tolong kesini lihat ke sini ya mas .. ini mau pake modern dressingnya apa ??..

“Ok … nanti segera saya ke situ, nanti anda hubungi koordinator homecare untuk ngurus perjanjian dengan pasien dan siapa yang mau kunjungan….”

Beberapa waktu kemudian saya datang ke ruangan teman yang tadi telpon dan melihat kondisi luka pasien yang rencana mau dilakukan home care. Meskipun bukanlah seorang ETN karena pernah mengikuti pelatihan perawatan luka modern dressing saya dipercaya sebagai “konsultan gratisan” oleh teman-teman untuk mengkaji luka dan menentukan topical modern dressing yang diperlukan, selanjutnya home care perawatan luka akan dilakukan oleh teman-teman yang tergabung dalam tim home care yang sudah mendapatkan pelatihan perawatan luka.

Setelah itu koordinator home care dihubungi, pasien dan keluarga dijelaskan tentang ketentuan home care dsb, termasuk jadwal kunjungan dan siapa dari tim home care yang bertugas….

Begitu kurang lebih sedikit gambaran tentang proses home care. Memang dari data yang ada kebanyakan pasien home care kita adalah pasien yang memerlukan perawatan luka di rumah, dan sebagian besar adalah pasien ulkus DM.

Home care di RSU Banyumas sudah lama dilakukan, akan tetapi efektifitasnya mulai berlangsung beberapa waktu terakhir ini dengan dilakukan pembenahan di sana-sini. Sebagai motor penggerak home care perawat cukup banyak berperan dan saat ini layanan keperawatan terutama perawatan luka adalah layanan home care yang paling banyak diminati oleh pasien yang dirawat di rumah sakit.

Saat ini kita mengembangkan pola homecare HBHC (Hospital Base Home Care) bekerja sama dengan Bagian Komunitas PSIK FK UGM dalam pengembangannya.

Yaa.. begitu sedikit ceritanya, kita kembali ke cerita di awal cerita …

Selang beberapa lama teman saya menghubungi saya dengan membawa flash disk dan berkata kepada saya

“Mas .. kemarin sudah saya rawat lukanya … begini kondisi lukanya…blaa..blaa..bla.. Nih lebih jelasnya saya bawa fotonya” sambil teman saya menunjukkan flash disk..

Saat itu kebetulan saya sedang menyalakan laptop kayak si Tukul, langsung saja di tancepkan flash disknya..

“Ada virusnya nggak nih ?” tanya saya bercanda.. teman saya hanya cengar-cengir

File foto luka pun di buka ditambah dengan laporan dari teman saya jadi ada gambaran tentang kondisi luka…

“Ooo ini lukanya udah mulai membaik tapi masih ada jaringan nekrotik dan exudatnya masih cukup banyak.. diterusin dulu alginate sama hydrogelnya nih..” begitu kurang lebih proses “konsultasi gratisnya”

“Mas besok saya cuti 3 hari gambarnya kirim lewat mms ya ?”

“Ah.. ngga usah besok aja kalo masuk kirim aja lewat bluetooth ke HP-ku.. ngirit pulsa..”

Temanku hanya cengar-cengir.. “Makasih ya… besok konsul lagi hiii..hii.hi.. besok konsulnya saya email aja ha..ha..haa..”

Ikut senang saya melihat teman saya dengan ekspresi cerah saat datang menjumpai saya. Senang juga melihat teman-teman yang bisa secara legal melakukan praktek mandiri berupa perawatan luka, karena home carenya resmi di bawah rumah sakit alias bukan “maling” atau mantri keliling. Tentunya bisa menambah kesejahteraan bagi pelaksananya berupa jasa langsung yang langsung bisa dibawa pulang.

Ya .. sampai disini dulu ceritanya, biasa ..tidak bermaksud apa-apa sih ..apalagi narsis…eh amit-amit, semoga ceritera betulan ini bisa menginspirasi buat anda …😀

Tentang Ong Rosyadi

Seorang Ners jebolan PSIK UGM punya sedikit pengalaman di emergency nursing, medical surgical nursing, nursing education, hypnotherapy, wound care, NLP Sekarang hidup di dua kota Banyumas dan Jogjakarta dan sekitarnya Senang berbagi dengan semua saja yang membaca blog ini, semoga bermanfaat
Pos ini dipublikasikan di nurse story dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke wound care & home care : peluang meningkatkan kesejahteraan perawat

  1. saldy berkata:

    SEMANGAT, maju terus home carenya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s