Mengusung Perubahan Menggapai Kemenangan

Semenjak diluncurkannya blog ini mungkin bagi anda yang menyimak dan mengikuti perkembangannya ada sedikit pertanyaan yang terbersit di benak Saudara, apa maunya sih blog ini, ada perawat menulis tulisan yang terkadang terkesan mempunyai pemikiran ekstrim terkadang sedikit nyeleneh, mungkin juga aneh-aneh, kadang berbicara tentang hal yang baik-baik, kadang tulisan yang muncul malah terkesan “menjelekan diri sendiri”. Sampai ada komentar yang bernada sedih misalnya saat tulisan “perawat terjebak budaya pembantu”, “perawat yang belum merdeka” dan sebagainya.

Sebenarnya sederhana jawabannya bila anda sempat bertanya hal yang demikian. Jawaban sederhana salah satunya adalah kita ingin menyampaikan sebuah realita yang mungkin realita tersebut ada juga di sekitar anda. Namanya juga sebuah realita pastilah ada sisi negatif dan sisi positif. Sepertinya di dunia ini sebuah realita pasti akan memuat kedua sisi tersebut negatif dan positif.

Tatkala kita dihadapkan sebuah realita profesi kita, ternyata kita temukan sisi negatif, tentunya secara manusiawi kita akan merasa sedih bahkan kecewa. Tetapi apakah dengan kesedihan dan kekecawaan saja kita bisa merubah keadaan ? Tentunya tidak, anda pasti sependapat demikian.

Realita ini adalah suatu hal yang riil yang ada di sekitar kita, mau tidak mau kita harus menghadapi realita tersebut. Itulah mengapa realita yang menyedihkan tersebut mau tidak mau dihadirkan diblog ini supaya kita bisa mengkritisi sehingga bisa diupayakan mencari sebuah solusi dan dijadikan pembelajaran bagi generasi perawat kita sehingga menjadi generasi yang kritis untuk memajukan profesinya dan tidak hanya terlarut dalam rutinitas pekerjaan saja.

Disamping itu realita tersebut perlu kita sikapi secara bijaksana, bahkan apabila realita ini kita anggap sebagai masalah tentunya masalah ini juga harus kita sikapi secara bijaksana pula.

Merubah sudut pandang, benar !! Merubah sudut pandang adalah hal paling minimal yang perlu kita lakukan. Bila kita merasa sedih dengan kondisi profesi kita, kita perlu melakukan Reframing alias kita merekontruksi ulang “frame / bingkai” pemikiran kita bahkan frame pemikiran masyarakat luas.

Reframing secara sederhana bisa dicontohkan apabila kita punya lukisan yang biasa saja kemudian kita ingin lukisan tersebut terlihat bagus. Untuk merubah lukisan tersebut adalah hal yang sulit kita lakukan sehingga yang lebih memungkinkan adalah kita mengganti bingkai lukisan tersebut dengan bingkai yang bagus sehingga lukisan tersebut akan menjadi bagus dan elegan bila dipasang di tembok. Namun sebaliknya sebagus apapun lukisan tersebut apabila bingkai atau frame tersebut jelek dan rusak maka rusak pula keindahan dari sebuah lukisan indah tersebut.

Tatkala kita kita mendapati di masyarakat profesi keperawatan dianggap sebagai profesi yang biasa saja atau bahkan tidak dianggap sebagai profesi karena frame atau sudut pandang masyarakat yang keliru, kita harus memberikan pembelaan dengan cara merubah frame / sudut pandang diri kita bahkan masyarakat, terhadap profesi kita dengan frame pemikiran yang semestinya.

Sepertinya profesi perawat saat ini mirip dengan contoh di atas tipe lukisan yang kedua. Sebagai ilustrasi kita punya sebuah lukisan indah tentang Florence Nightingale sedang membawa lampu berjalan di tengah pasien serdadu yang terluka. The Lady with the lamp siapa sih yang tidak mengenal sosok Florence bahkan sejarah selalu memujinya. Bila dilihat dari konteks ini, segi lukisan dan konten lukisan sangat bagus. Tapi sayang hanya karena frame / bingkai lukisan yang tidak sesuai alias rusak maka lukisan yang harusnya dipandang indah dan elegan itu menjadi kumuh dan usang.

Sebagai contoh sederhana selama ini masyarakat menganggap perawat identik sebagai pembantu dokter karena masyarakat hanya melihat “frame” pada saat perawat membantu dokter pada saat visite misalnya, akan tetapi masyarakat tidak memperhatikan “lukisan” pada saat perawat memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan keilmuan keperawatansecara profesional. Namun sayangnya kondisi tersebut juga diperparah lagi dengan perilaku perawat yang lebih suka menonjolkan “frame” sebagai “pembantu dokter” dibandingkan menonjolkan lukisan asli seorang perawat karena perawat yang berperilaku tersebut menganggap “lukisan” perawat tidak keren sehingga yang terjadi adalah “perawat terjebak budaya pembantu”. Baca juga tulisan perawat terjebak budaya pembantu di blog ini.

Lalu apa yang mesti kita lakukan ? Tentunya kalau kita merasa kesulitan untuk membuat “lukisan” perawat menjadi lebih indah karena dibutuhkan kerja ekstra keras dan waktu yang panjang, sehingga pada saat ini pencitraan profesi keperawatan yang lebih baik bisa dimulai dengan perbaikan pada “frame” berfikir perawat dan masyarakat itu sendiri sehingga bisa membuat pencitraan profesi keperawatan yang lebih baik. Tentunya dengan “frame / bingkai” yang lebih baik niscaya akan semakin indah dan elegan sebuah “lukisan / image” perawat di Indonesia.

Kalau ada yang mengatakan perawat sebagai profesi yang belum merdeka apakah kita hanya mengiyakan dan menerima begitu saja dan pasrah saja ? Tidak !!!

Apakah kita langsung bisa “memerdekakan” profesi kita begitu saja ? Oh itu belum bisa saat ini.. karena terkait dengan banyak sistem dan cukup ruwet …mungkin begitu jawaban anda.

Kalau begitu kita mesti merubah sudut pandang pemikiran kita, sukur-sukur bisa merubah sudut pandang pemikiran masyarakat terhadap profesi keperawatan.

Kita pasti masih ingat cerita ketika Indonesia belum merdeka betapa semangat juang para pahlawan begitu tinggi, rasa solidaritas dan daya juangnya sangat tinggi kita bisa manganalogikan pemikiran demikian bila kita merasakan kok perawat belum merdeka. Kalau merasa belum merdeka tentunya perawat mesti mempunyai semangat perjuangan untuk mebuat profesi kita merdeka dan diperhitungkan dan terus berupaya untuk memperjuangkan profesi keperawatan. Begitu frame pemikiran yang kita rubah bila kita merasa perawat belum merdeka. Karena dikatakan belum merdeka kita menjadi semangat untuk memperjuangkan profesi kita supaya menjadi lebih merdeka.

Kalau perawat dikatakan terjebak budaya pembantu kita perlu merubah sudut pandang teman-teman kita yang “nyaman jadi pembantu” menjadi seorang profesional yang mandiri… syukur-syukur jadi majikan lah begitu. Kalau anda mengatakan wah ..sulit nih.. mungkin anda perlu melakukan reframing pemikiran anda kali ya ….

Sebagai penutup berikut ada sebuah kata bijak yang bisa kita renungkan :

Jangan takut melawan arus, ingatlah, sebuah layang-layang dapat terbang karena menentang bukan mengikuti arah angin. -H. Mabie-

Tentang Ong Rosyadi

Seorang Ners jebolan PSIK UGM punya sedikit pengalaman di emergency nursing, medical surgical nursing, nursing education, hypnotherapy, wound care, NLP Sekarang hidup di dua kota Banyumas dan Jogjakarta dan sekitarnya Senang berbagi dengan semua saja yang membaca blog ini, semoga bermanfaat
Pos ini dipublikasikan di open mind dan tag , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Mengusung Perubahan Menggapai Kemenangan

  1. jason berkata:

    Ada yang terlupa mas Ong…

    Jaman Belanda dulu, ada politik namanya De Vi De Et Impera. Jangan salah, sekarang juga masih ada lho. Karena kalau perawat bersatu, ga usah banyak-banyak, satu institusi 25 % saja perawatnya satu pemikiran, wah… bukan hanya mengganti frame/bingkai lukisan Florence, bahkan mengganti lukisannya dengan gambar Maddona, Luna Maya atau lukisan terindahpun bisa.

    Lihat saja deh di banyak institusi, betapa teman-teman kita yang kritis, yang berani, yang kreatif justru dijegal oleh teman sendiri sesama perawat yang cenderung oportunis, merasa nyaman dan takut kehilangan yang telah dimiliki.

    Jadi memang butuh kemerdekaan secara pribadi, merdeka untuk tergiur, merdeka untuk dikooptasi.

  2. Doni berkata:

    sudah berkunjung dan daftar di perawatonline.com??
    anda juga bisa memberi tulisan anda loh di web ini…
    bravo keperawatan Indonesia…

  3. djtbs berkata:

    aku cuma pingin nongolin fotoku di blog bos ong

  4. drajat sutrubus berkata:

    fotone mas drajat, nyepeti mripat…:-)
    aku ikut promosi link ya…
    http://sehat.web44.net

  5. agus r berkata:

    mas kasih saran m tips donk buat ngawali suatu perubahan di lingkup perawt…………bravo perawat

  6. Ong Rosyadi berkata:

    Untuk tips dan saran untuk perubahan di lingkup perawat mungkin kita tidak dalam bentuk tips-tips …Insya Alloh kita akan sharing pengalaman pengembangan keperawatan di RS. tksh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s