SIAPA BILANG PERAWAT SULIT MENJADI BOSS ?

Ronin Hidayat, M.Kes

Pada era 1985–an kualitas SDM Perawat rata-rata tingkat pendidikannya adalah setingkat SMP atau SLTA, sehingga kalau ada Perawat yang bicara “pendidikan” akan terdengar koor yang begitu merdu diantaranya, “Wagu Mas”, “Ora usah neko-neko”, “Setinggi apapun sekolahnya tetap saja Perawat (Pembantuku)” demikian suara miring dari kalangan internal maupun profesi kesehatan lainnya.

Apalagi bila seorang Perawat yang baru bekerja dan sore harinya nyambi sekolah, maka anda bisa bayangkan bentuk bibir, wajah dan rambut dari rekan kerja Perawat dan Kepala Ruang atau profesi lain akan “njabrik dan mengkerut”, tetapi bagi Perawat, Manager, dokter dan profesi lainnya dengan mind cerdas dan bisa membaca gambaran masa depan maka akan berkata, “Maju terus, Kafilah tetap berlalu !”. Hanya saja yang mempunyai pandangan tersebut prosentasenya kurang dari 1 %.


Melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi bagi Perawat adalah sah-sah saja dan bahkan sebagai kewajiban, tetapi perlu diingat bahwa melanjutkan sekolah bagi Perawat bertujuan untuk mengubah nasib, artinya sebelum sekolah status dirinya masih sebagai karyawan biasa (bawahan) dan setelah selesai sekolah diharapkan berubah statusnya menjadi Atasan.

Hal ini penting sekali ditanamkan dalam diri kita masing-¬masing yang sedang sekolah, walaupun kebanyakan orang malu-malu untuk mengatakan itu, dan bahkan sebagian kalangan mensitir dan berkata dengan lantangnya sebagai penyimpangan idialisme Perawat.

Menurut saya, sikap-sikap seperti itu tidak keliru atau salah 100 %, siapa saja boleh berpendapat sesuai dengan keyakinannya.
Tetapi pengalaman membuktikan bahwa Perawat yang telah selesai melanjutkan sekolah salah satu indikator kesuksesanya adalah diangkat menjadi seorang Direktur AKPER, Kepala Ruang Perawatan, Kasie/Kasubid Perawatan, Kepala Bidang Perawatan dalam organisasi Rumah Sakit dan bahkan menjadi Ka Biro Direktorat Keperawatan di Depkes. Sedangkan bagi yang tidak mendapatkan porsi tersebut setelah selesai sekolah dia dengan submisifnya menyatakan dirinya hanya ingin menjadi Perawat Profesional, itupun sah-sah saja.

Yang menjadi pertanyaannya kita bersama, bahwa jabatan-jabatan tersebut hanya tampak eksis di kalangan perawatan. Hal tersebut belum bisa dikatakan sebagai Boss karena masih sebagai Manager Madya atau “Jago kandang”. dan diatasnya masih ada satu lapisan atasan yaitu Top Manager.
Petanyaan yang timbul dalam diri Anda, “Seperti apakah Boss itu?”. Anda bisa bayangkan atau ingat kembali (review) ucapan-ucapan yang terekam dalam otak Anda melalui sinetron, film atau bahkan kehidupan nyata dilingkungan kita, misalkan “Okey Boss, Baik Boss, Terima kasih Boss… ” dan lain sebagainya. Perlu di cermati bahwa orang yang dianggap Boss tadi adalah seseorang yang dianggap berkuasa, bisa memerintah walau dengan sedikit ucapan atau perintah nonverbal, memberi penghargaan semaunya. Dengan hat tersebut Anda sedang bereaksi, menolak bahkan Anda mencerca diri saya “Edan, Gila…!” Ya … kagak mungkin Perawat menjadi Boss di lembaga pelayanan kesehatan kalau definisi Boss soperti itu, sangat bertolak belakang bukan ?, Apakah otak Anda berkata seperti itu…?. I)Boleh dan sah-sah saja.!

Menurut saya Perawat sangat mungkin menjadi Boss di sebuah, lembaga-lembaga pelayanan kesehatan, di Puskesmas, Balai Pengobatan, RS Daerah dan Pusat atau bahkan dilingkup Dinkes atau Depkes. Caranya adalah Anda menjadi seorang konseptor, desiner atau konsultan ahli dalam sebuah lembaga kesehatan, walaupun status kepegawaian Anda adalah seorang staff, khususnya sebagai konseptor/desiner yang dipercaya oleh Top Manager, misalkan Anda sebagai pembuat konsep Rencana Strategik, desain mutu. pelayanan, Auditor atau perancang Remunerasi.

Mengapa demikian, karena itu adalah pilar dan poros (As)nya putaran organisasi. Untuk menuju kompetensi tersebut maka Perawat harus melek dengan ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan hal tersebut sehingga Anda bisa berkuasa, bisa memerintah Top Manager walau dengan sedikit ucapan atau tulisan bahkan bisa menggerakkan seluruh roda-roda organisasi (dokter, Bidan, Apoteker, Dietition d1l).

Kalau Anda seorang Perawat tertarik untuk menjadi Boss, maka saya sarankan Anda melanjutkan studinya, masuklah yang bersifat umum misalkan Magister Manajemen dan saya sarankan untuk tidak hanya masuk ke study yang bersifat mengerucut atas profesi Anda.

Mengapa demikian, karena Anda akan belajar tentang “Cara mengelola diri Anda. sendiri dan tidak mau mendengar nasehat orang lain atau dikelola oleh orang lain ” yang akhirnya Anda tetap menjadi bawahan/karyawan seumur hidup.

Meskipun demikian saya tetap menghargai apabila ada perawat yang belajar terus mengerucut ke peningkatan  profesinya itu sah-sah saja demi kemajuan profesi.
Kalau Anda sekarang menjadi bawahan/karyawan biasa disebuah lembaga pelayanan kesehatan dan tertarik ingin menjadi Boss, silahkan Anda, baca buku saya dengan judul :

“Apa. Susahnya Karyawan dan Bawahan Menjadi Boss” bersama Rohmadi Rusdi (seorang Perawat bergelar Sarjana Sospol dan bekerja di Puskesmas), Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Oktober 2008.

Dan bahkan kalau masih penasaran, datanglah pada acara seminarnya launching buku kami pada November 2008, dan Anda bisa ketemu langsung dengan Saya dan patrnerku, dahsyat bukan … ?

Dapatkan segera di toko buku Gramedia Group dan toko buku terdekat di kota anda .. Bila anda sudah membaca dan menyimak silahkan berikan komentar di log ini …..

klik gambar untuk memperbesar !!!

Tentang Ong Rosyadi

Seorang Ners jebolan PSIK UGM punya sedikit pengalaman di emergency nursing, medical surgical nursing, nursing education, hypnotherapy, wound care, NLP Sekarang hidup di dua kota Banyumas dan Jogjakarta dan sekitarnya Senang berbagi dengan semua saja yang membaca blog ini, semoga bermanfaat
Pos ini dipublikasikan di pesan dan tag , , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke SIAPA BILANG PERAWAT SULIT MENJADI BOSS ?

  1. Edi Purwanto berkata:

    Wah ujung-ujungnya Pak Ronin promosi buku tho..??🙂
    Bagus banget covernya.. but never judge a book just from the cover. So…belilah….
    (mbantu promosi nih..)

  2. Heru Opstib berkata:

    Itu bukunya dijual di Cafe Neu apa gak ya…?

  3. Mas Banyu berkata:

    Itulah Endonesiah…pengin jadi bos harus punya ijasah dari sekolah yang tinggi.. padahal ijasah bisa dipalsu kan..? Lihat aja tuh contohnya para caleg yang memalsu ijasah. Mereka kok gak malu ya? ato mungkin memang gak punya kemaluan kali…🙂

  4. Takur berkata:

    Gyeh singw pda nyebut…but…? Itupun tdk cukup hanya penddkan tinggi tok . Harus waras pikiran ,wras prasaan & wras badan dadi ora ana alergi jabatan , silau jbtan apalagi kedanan jabatan parah 2….remuk dunyane.

  5. Another Boss berkata:

    Pengin jadi boss? Gak harus sekolah tinggi2 kok..
    Yang penting punya modal, punya usaha, punya karyawan. Kan sudah jadi boss tuh…

  6. nyong berkata:

    wahhhhh…perawat senior kita sekarang kan sudah menjadi bos semua….tinggal perintah “infus de…perbeden de…” eh bukan itu ya maksudnya…
    BOS itu kan singkatan Bukan Orang Suruhan, jadi dia yang nyuruh -nyuruh dan bayar yg disuruh..jadi punya banyak uang dong…
    kalo lahir dah punya warisan banyak, sekolah hanya SPK, bisa mengelola, dah jadi BOS dia…banyak uang bisa beli kampus sekalian dosennya..jadi apakah harus selalu dengan ijasah S2 untuk jadi BOS…?

  7. wawan berkata:

    maf mas komenx g’ sesuai,cuma mw nawarin cara terbebas dari belenggu pulsa yg slalu merepotkan kita sehari2,isi pulsa jdi mudah,dpet bonus lgi,bagi mas ato embak2 yg udah berkunjung diblog yg kaya ilmu ini yg bermintat Untuk mengetahui carax..!KLIK JA DISINIMAKASI…!

  8. ayu berkata:

    wah…wah…nek bar sekolah kabeh-kabeh pengine dadi boss , lah sopo sing arep ngetrapke hasile sekolah ono pelayanan mas…
    jo ngono ah…

  9. lusy berkata:

    aku mahasiswi akper yang bercita cita ingin menjadi perawat profesional,, bisa membantu klien dengan sepenuh hatiku dan bertanggung jawab atas pekerjaanku,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s