Merasa Memiliki Kelompok dapat Memotivasi

abi-baru1Dalam buku Motivate to Win, Richard Danny menulis tentang hukum Motivasi yang ke-9, berbunyi “Merasa ikut memiliki kelompok dapat memotivasi”. Hukum ini menunjukan kepada kita mengapa para supporter sepak bola mau melakukan hal-hal yang unik, mau mengeluarkan sejumlah uang hanya untuk sekedar merasa bagian dari kelompok.

Mereka menggunakan cat untuk mengecat mukanya agar sama dengan club sepak bola idolanya, mau membeli kostum club yang jadi pujaannya, bahkan sampai mau berdesak-desakan di kereta hanya sekedar ingin memberi dukungan kepada club daerahnya (ingat keompok bonek saudara kita dari Surabaya).

Kegembiraan, rasa senang, suka cita, semangat adalah bagian dari tampilan orang yang memiliki motivasi. Mengapa para supporter club sepak bola mau melakukan itu semua, tak lain adalah karena mereka memiliki motivasi.

Teori ini pula yang diterapkan di Perawatan RSU Banyumas. Membangkitkan perasaan sebagai “bagian dari Komunitas Manusia Pembelajar” bagi perawat RSU Banyumas ternyata telah memberikan dampak yang signifikan tehadap timbulnya semangat kejuangan (motivasi) terhadap teman-teman perawat.

Hari Sabtu-Minggu, 20-21 Desember kemarin, teman-teman perawatan RSU Banyumas mengadakan Raker di Wisma Palawi Baturaden. Raker itu sengaja diadakan untuk melakukan revisi terhadap ratusan protap yang dianggap sudah tidak up to date, disamping membuat protap baru terutama tentang protap klinis perawatan. Selama semalam saja, hampir 150 protap terselesaikan. Bahkan mereka ada yang sampai jam 02.00 dini hari masih sibuk di depan laptopnya.

Tidak mungkin pekerjaan seberat itu akan terlaksana, manakala tidak ada semangat/motivasi.

Jangan pernah berfikir, bahwa mereka mendapatkan SPPD, uang saku atau sejenisnya. TIDAK….. Mereka adalah orang-orang yang menyadari betul, bahwa perbaikan profesi ini tidak bisa dibebankan kepada orang lain, kepada manajemen atau profesi lain. Kepedulian merekalah yang akan mampu memperbaiki profesi mereka sendiri.

Motivasi…adalah kunci menghasilkan orang-orang seperti mereka. Mereka dilibatkan dalam kelompok, diyakinkan bahwa mereka adalah bagian dari kelompok/komunitas yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap kelompoknya dan lain-lain.

Kelompok-kelompok kecil dalam organisasi semacam Pokja, Komite, Bidang, Departemen, Gugus dan lain-lain adalah kelompok-kelompok yang dapat dimanfaatkan oleh manajemen organisasi untuk membangkitkan motivasi karyawan, seperti yang kami lakukan terhadap Komunitas Perawat.

Pos ini dipublikasikan di open mind. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s