Kita adalah Perawat

abi-baru

Beberapa informasi yang saya dengar, banyak Rumah Sakit (baca: perawat) mendirikan Komite Perawatan hanya sekedar untuk bersaing dengan Bidang Perawatan. Bahkan sampai hari kemarin pun ada seorang perawat dari sebuah rumah sakit datang ke saya, menyampaikan hal yang sama.

Bila ini tejadi, tentu akan menjadi sesuatu yang kontra produktif bagi perawat sendiri. Mengapa demikian? Pengalaman dari puluhan Rumah Sakit yang memposisikan Komite Perawatan sebagai saingan Bidang Perawatan, mengalami nasib yang sangat tragis.

Ada dua pilihan yang akan terjadi. Apakah Bidang Perawatan yang ditiadakan atau Komite Perawatan yang dibubarkan.

Bila tidak sampai terjadi demikian, minimal salah satu dari keduanya ada yang tidak produktif alias mandul. Apakah Bidang Perawatan yang serba salah sehingga tidak bisa berbuat apa-apa, atau Komite Perawatan yang tidak memiliki eksistensi alias diabaikan.

Kejadian ini mestinya harus segera diakhiri. Sinergisme antara Komite Perawatan dengan Bidang Perawatan harus dilakukan, karena di sanalah perawatan akan memiliki bergaining yang cukup kuat.

Bukan sebaliknya, semangat untuk berkompetisi, semangat untuk saling meniadakan, semangat untuk saling menjegal, sampai semangat untuk ABS (Asal Bos Senang).

Komite Perawatan tanpa Bidang Perawatan tidak ada artinya karena aktifitas perawatan tidak akan berjalan. Kita semua paham, bahwa pengguna anggaran di sebuah rumah sakit adalah struktural. Maka Bidang Perawatanlah yang memiliki hak itu.

Tapi juga sebaliknya, Bidang Perawatan tanpa Komite Perawatan juga tidak akan efektif menelorkan kebijakan dan membuat perbaikan, karena kita tahu, Bidang Perawatan paling banter hanya empat orang. Yaitu Kabid dan Para Kasie. Dan posisi bidang identik dengan kepanjangan tangan manajemen rumah sakit. Dengan begitu, Bidang Perawatan tidak akan bisa berbuat banyak dalam urusan pembelaan tehadap profesi.

Maka sekali lagi, Sinergisme Bidang Perawatan dan Komite Perawatan harus dilakukan, apapun bentuknya. Masing-masing harus saling menguatkan, saling mengisi, saling mendorong, saling membesarkan sampai pada suatu titik, Profesi Perawat dilihat sebagai sebuah profesi yang benar-benar independen.

Bahkan kalau boleh saya berpendapat, hilangkan dikotomi Komite dan Bidang. Keuarlah dengan satu kata “Perawatan atau Komunitas Perawat”. Apalah artinya baju yang kita kenakan (Komite, Bidang, Wadir, Direktur dll) kalau tidak mampu memberikan kontribusi positif terhadap profesi yang sangat membutuhkan banyak pahlawan ini.

Selamat berjuang pahlawan-pahlawan perawatan, semoga kita bertemu pada muara kesejahteraan yang barokah.

Pos ini dipublikasikan di nursing artikel, open mind dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Kita adalah Perawat

  1. beebast berkata:

    Ah indahnya pagi ini…
    saya dipanggil suster😀
    padahal saya cowo tulen dan SAYA ADALAH PERAWAT !!!

  2. Ping balik: Kita adalah Perawat « PERAWAT SUKSES

  3. yeni berkata:

    sebagai perawat hrs sll semangat,sehat dan berpikiran positif,selalu mendukung demi kmjuan profesi,tdk saling mnjthkn,MAJU TERUS PERAWAT INDONESIA

    jason : sepakat Mba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s