Nyantrik 2

jas1Bahasa yang lebih keren untuk mengganti kata “nyantrik” adalah bimbingan model “mentoring”. Dengan model mentoring ini, diharapkan mahasiswa memiliki figur perawat yang ideal. Mengapa demikian?

Ada beberapa catatan dan argumentasi yang perlu disampaikan di sini.

1. Sebenarnya kita semua secara teori tahu seperti apa prototipe / figur perawat yang ideal. Kira-kira seperti ini: Caring, senyum ikhlas, pakaian rapih, ramah, cerdas, tanggap dan seterusnya. Hanya ketika di lapangan, kadang lupa.

2. Kita semua secara naluri akan risih digunjing orang, tidak mau jadi bahan pembicaraan orang dan lain-lain.

3. Kita semua ada perasaan takut atau sejenisnya ketika dilakukan evaluasi.

4. Kita juga akan hati-hati terhadap sesuatu yang kita lakukan, apabila yang kita lakukan itu dilihat orang. Apalagi jika perbuatan kita juga akan ditiru orang lain.

Alasan-alasan itulah yang mendasari mengapa model mentoring akan memberikan manfaat yang cukup baik bagi perawat sendiri maupun bagi mahasiswa. Apa saja itu?

1. Teman-teman kita mau tidak mau akan termotivasi untuk belajar terus terhadap seluruh aktifitas perawatan. Gengsi dong, seorang CI tidak tahu rasional dan alasan sebuah tindakan dilakukan ketika ditanya oleh mahasiswanya.

2. Prosedur tindakan perawatan, dijamin akan dilakukan oleh teman-teman kita, karena kalau ada aktifitas dari prosedur kok tidak dilakukan, takut juga diomong sama mahasiswa. “Mba, Mas, kok gak pakai hand scoon?”

3. Mahasiswapun akan tahu, kepada siapa dia harus bertanya, klarifikasi dan berdiskusi terhadap masalah yang dihadapi.

4. Termasuk, ketika terjadi kekeliruan oleh mahasiswa, seorang CI bisa menjelaskan kronologis dan kita bisa mengevaluasi, di mana letak kesalahannya. Apakah kesalahannya di mahasiswa atau CI yang tidak menjelaskan secara detail tentang sebuah tindakan. Bila demikian kondisinya, mahasiswa tidak akan lagi menjadi tumpuan kesalahan oleh perawat ruangan.

5. Silakan tambahkan lagi keuntungan yang lain oleh saudara.

Kami meyakini, model ini akan memberikan dampak positif, berapapun besarnya. Tapi ingat….Ronde Perawatan, Presentasi Kasus, Pre dan Post Converence serta bimbingan yang lain tetap diadakan. Maka musti ada Koordinator CI di tiap-tiap ruang.

Kepada para dosen, ini mungkin sumbang sih kami dan kepedulian kami kepada pendidikan, sebagai balas budi kami dan ucapan terimakasih kami kepada dunia pendidikan yang telah membesarkan kami.

Pos ini dipublikasikan di nursing artikel dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Nyantrik 2

  1. Yuliana Elias berkata:

    Saya makin tertarik dengan pendidikan keperawatan, kebetulan saat ini saya mengambil pendidikan S2 Medical Education di UGM yang belum semua perawat memahami ini sebagai lingkup pendidikan yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan pendidikan keperawatan, di dalamnya bukan hanya pengelolaan pendidikan kedokteran. Tulisan temen2 dari RS. Banyumas (temen2 seangkatan PSIK lho…., ingat kan??)memotivasi dan membuat bangga, bahwa siapa lagi kalo bukan kita2 perawat yang terus membenahi pendidikan keperawatan. Sukses buat sejawat di RS. Banyumas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s