Sinergisme Komite dan Bidang Perawatan

by jason

Hari ini saya diundang oleh Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara untuk mengisi Seminar dengan tema “Pentingnya Komite Perawatan untuk Membangun Profesionalisme Keperawatan”. Seminar ini diadakan dalam rangka mendirikan Komite Perawatan di Rumah Sakit tersebut.

Karena saya orang Bidang Perawatan, maka biarlah orang Komite yang bicara tentang komite. Maka sekretaris Komite Keperawatan yang presentasi tentang komite, dan saya presentasi tentang “Sinergisme Komite dan Bidang Perawatan”.

Mengawali presentasi saya, saya sampaikan sebuah tebakan untuk peserta yang saya ambil dari Malau. Net, judulnya “Ayah Pasti Marah” selengkapnya seperti di bawah ini :

Ayah pasti marah

Yanto seorang anak tukang gerobak sayur tidak sengaja membuat gerobak Bapaknya yang penuh dengan sayuran terjungkal dan terbalik. Pada saat itu dia dan bapaknya sedang menyiapkan dagangan sayurnya untuk dijual keliling. Tetangga sebelah rumahnya, Pak Tukiyo mendengar suara ribut itu dan mendongakkan kepalanya dari balik pagar rumahnya, lalu berseru :

“Yanto, nanti saja kamu urus itu. Ayo ke sini saja, ada makanan enak nih!”

“Makasih Pak Yo”, jawab Yanto, “tapi sepertinya Ayah bakalan marah nih”

“Sudahlah, makan aja dulu baru kamu bereskan itu, mumpung ada makanan enak. Ayo sini!”

“Baiklah Pak, tapi Yanto yakin Ayah pasti akan marah”

Setelah makan si Yantopun mengucapkan terima kasih kepada Pak Yo. “Perut Yanto rasanya enakan sekarang, tapi Ayah pasti akan marah”.

Saya lanjutkan bertanya kepada para peserta, “Pertanyaannya, mengapa Yanto yakin ayahnya pasti akan marah?”

Satu per satu peserta seminar menjawab dengan berbagai alasan. Temperamen Pak, Hipertensi Pak, Pemarah Pak, Tidak Sabaran, Ngiri Pak dan lain-lain. Kemudian saya lanjutkan slide saya, saya tunjukan jawabannya. Lihat percakapan antara Pak Yo dengan Yanto ini :

“Becanda kamu”, sahut si tetangga tersenyum. “Ngomong-ngomong Ayahmu lagi ada di mana?

“Di bawah gerobak sayur”

“Ha ha ha…… “, Pak Tukiyo tertawa terbahak-bahak.

Apa hubungannya cerita di atas dengan Sinergisme Komite dan Bidang Perawatan? Cerita itu adalah saya anekdotkan untuk temen-temen perawat. Saya mendapatkan cerita dari beberapa perawat di banyak rumah sakit, betapa Komite Perawatan dan Bidang Perawatan saling gontok-gontokan, rebutan pengaruh, bahkan katanya kadang saling menjegal.

Masing-masing kepingin diakui eksistensinya, kepingin mendapat nama, merasa lebih berhak untuk ditaati, bahkan konon, karena posisinya yang sudah nyaman duduk di struktural, sudah mendapat fasilitas yang banyak dari rumah sakit, sehingga lupa kalau dirinya adalah perawat. Kadang harus mengorbankan teman sendiri, agar posisinya aman. Walaupun dia tahu juga, kalau teman-teman perawat akan marah, akan mengucilkan dia, akan memboikot dia. Tapi kadang fasilitas yang dia terima membuat lalai kalau ada tanggung jawab besar di pundaknya untuk membela dan menolong profesinya sesama perawat.

Sebaliknya, di Komite pun begitu. Rata rata orang Komite adalah anak anak muda yang baru lulus kuliah, memiliki idealisme tinggi, keinginannya selangit dan mohon maaf  “kadang belum tahu sopan santun, belum tahu bagaimana menghormati orang lain”.

Yanto juga tahu kalau ayahnya akan marah. Yanto pun juga paham kalau ayahnya tidak akan memberikan ampun kepada dia. Tapi karena Yanto mungkin sudah lapar, mungkin tergiur dengan tawaran Pak Tukiyo, akhirnya dia lupa dan meninggalkan ayahnya yang masih di bawah gerobak.

Cerita ini bisa dipahami oleh kita yang berada di rumah sakit. Mengapa Bidang Perawatan sering tidak wellcome dengan kehadiran Komite Perawatan? Karena bila bidang terlalu nurut dengan Komite, bisa jadi fasilitas yang didapatkan akan lepas dari tangannya. Kita tahu kan, bahwa orang-orang komite kebanyakan adalah orang-orang kritis yang hampir selalu bicaranya pada tataran ideal.

Atau sebaliknya, mengapa Komite Keperawatan begitu galak dan kritis kepada Bidang Perawatan? Komite Perawatan juga sering mengambil posisi berseberangan dengan Bidang? Karena Komite Perawatan mungkin merasa paling tahu tentang kondisi perawatan, paling paham tentang kepentingan perawat dll. Maka yang dilakukan, seperti yang dilakukan Pak Tukiyo….. Marah!!

Sebenarnya tidak perlu bagi Komite dan Bidang untuk melakukan kapling-kapling pekerjaan yang menimbulkan keduanya tidak sinkron.

Alangkah indahnya, kalau kedua kelompok ini bersatu ,mengingat banyaknya pekerjaan dan masalah yang memerlukan kerja sama seluruh unsur perawatan. Apapun posisi kita, Karu, Supervisor, Kasie, Bidang, Wadir, Direktur bahkan mungkin Bupati……………sadarlah bahwa kita adalah perawat. Kita berkewajiban untuk membesarkan Perawatan. Komite Perawatan dan Bidang Perawatan adalah bentuk eksistensi dari Profesi Perawat di Rumah Sakit.

Maka saat ini, mulailah untuk tidak membusungkan dada karena berada di struktural dengan berbagai fasilitasnya. Tapi tunjukan jati diri kita sebagai perawat yang memiliki komitmen untuk memperjuangkan nasib perawat. Di Komite juga tidak usah tinggi hati dan sombong karena merasa wakil perawat. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Ingat…angka pertumbuhan masalah jauh lebih cepat dari kemampuan kita menyelesaikan masalah. Bidang sendirian, tidak akan mampu menyelesaikan seluruh permasalahan. Komite sendirian juga tidak mampu berbuat banyak. Maka….kerjasama merupakan solusi yang akan mampu meringankan kita dari banyaknya beban yang kita pikul.

Maka hilangkan sifat iri, sifat dengki, mementingkan diri sendiri, arogan, sombong, merasa paling tahu, suka merendahkan orang lain, tidak mau menghargai teman, merasa mampu sendiri dll. Karena jika Komite menginginkan jatuhnya Bidang, dan Bidang menginginkan Komite mandul, bukan siapa siapa yang dirugikan. Yang dirugikan tentulah komunitas terbesar di rumah sakit, yaitu perawat.

Satu hal yang musti direnungkan. Tidak akan selamat, sebuah kapal besar yang berlayar ditengah lautan, dengan dua nakhkoda di dalamnya. Tidak terlalu penting, sebagai nakhkoda Komite Perawatan atau Bidang Perawatan. Daripada tidak bisa bersinergi, lebih baik jangan dirikan Komite Perawatan atau hilangkan Bidang Perawatan.

Kalau mau ikut Undang Undang no 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, maka Komite Perawatan telah didelete dari Undang Undang itu sebagai sarat berdirinya sebuah rumah sakit. Berbeda halnya dengan Kepmendagri yang lahir lebih dulu, dimana Komite perawatan sebagai sarat mutlak untuk berdirinya sebuah rumah sakit. Hanya Kepmendagri jelas kalah pamor jika dibandingkan dengan Undang Undang.

Wallohu a’lam…….

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

22 Balasan ke Sinergisme Komite dan Bidang Perawatan

  1. Suster Gila berkata:

    Oh.. jadi Pak Tukiyo yang lagi dibawa gerobak toh ??
    hehe[ga nyambung ya]

  2. irhas berkata:

    rumah sakit tempat tugas saya akan membentuk komite keperawatan. saya dipercaya akan menjabat sebagai sub komite peningkatan mutu asuhan keperawatan.bentuk kegiatan apa saja yang nyata yang dapat saya aplikasikan di rumah sakit saya tersebut. bentuk tanggung jawab yang akan saya laksanakan adalah menyelenggarakan as-kep yang sesuai standar etik, standar profesi, dan standar kualitas di rumah sakit abdoel Moeloek prov lampung tempat saya bertugas.
    terimakasih atas saran dan balasannya semoga komunitas perawat makin maju

  3. Jason berkata:

    Beberapa kegiatan :
    1. Audit Keperawatan
    2. Kami punya forum Jum’at dan Kamis Ilmiah. Jadi tiap pekan, temen2 kumpul. Jum’at utk Ketua Team, Kamis untuk perawat pelaksana.
    3. Menterjemahkan konsep teori ke dalam kegiatan yang aplikatif di lapangan.
    4. Journal dan penelitian.
    5. DLL

  4. zulkifli k berkata:

    komite yang ada di rs saya saat ini sedang melakukan pembenahan, dapatkah diberikan aplikasi tentang hal tsb di atas?

    jason :
    Aplikasinya cukup banyak. Hanya saja perlu presentasi langsung dan diskusi mendalam, agar dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada.

  5. Sri Sukati berkata:

    Di RS Abdul Moeloek saat ini sedang melakukan pembentukan komite keperawatan. ada 5 sub komite dibawah ketua komite. yang ingin saya tanyakan untuk sub komite mutu itu apa saja yang dilakukan. adakah contoh program yang bapak punya. t. kasih

    jason: kita punya Kamis Ilmiah, Jum’at Ilmiah. Dead Converence, Ronde Keperawatan, Nursing Update Team, Patient Safety Forum dll. Sebentar lagi kita akan membentuk Klompencapir.

  6. yasmin berkata:

    bila kabid prwtn dipinpin oleh dr,dan kasie prwt oleh seorang lulusan s1 kep.bisakah kasie menjabat ka komite jg?trimakasih

    jason: waduh….kalau kabid masih seorang dokter, saya gak mau komentar lah. berat untuk akreditasi.

  7. Sudirman, S.Ke berkata:

    Mohon saran dari teman2 perawat: Bahwa kami (RSOB) sempat adanya komite keperawatan, setelah masa jabatan saya habis, komite keperawatan dibekukan rencana diganti dengan komite etik rumah sakit. hal ini sempat kami sampaikan untuk membuat kembali komite keperawatan kepada direktur, namun direktur minta dasar, atau kebijakan yg baru tetang pendirian komite keperawatan di rumah sakit. Kami mohon referensi dan masukan dari teman-teman perawat untuk dapat membantu kami agar profesi keperawatan di rumah sakit kami dapat berdiri kembali dan hak dan kewajiban perawat dapat diperhatikan…. terima kasih.

  8. Jason berkata:

    Dasar hukum terbaru adalah Undang Undang Rumah Sakit. Tapi sayang, di UU no 44 tahun 2009 ttg RS itu, Komite Perawatan sudah tidak diakomodasi lagi, alias RS tidak mempersaratkan adanya Komite Perawatan.
    Jadi….ada ya boleh, tidak ada ya tidak papa. Karena Kepmendagri jelas kalah pamor dengan Undang undang no.

  9. Irhas berkata:

    minta lagi sarannya nih………….
    mohon di jelaskan lebih tentang forum jumat dan kamis ilmiah, dead convrence, nursing up date team, patien safety forum, terimakasih . selamat berjuang perawat

  10. Irhas berkata:

    bapak kalau seandainya kami ingin mengadakan study banding, mohon di rekomendasikan tempat study banding yang komite keperawatan sudah berjalan dan sudah eksis. trims

  11. Jason berkata:

    Kamis Ilmiah, Jumat Ilmiah, Eksistensi Perawat silakan kunjungi http://nursinginformatic.wordpress.com

  12. Jason berkata:

    Study banding Komite yg sudah eksis? Teman teman pembaca lain mungin ada yang tahu?

  13. eko berkata:

    ass, saya mau tanya apakah ada kaitanya komite kedokteran dan komite keperawatan jangan2 perawat hanya ikut2 tan dan kalo’saya pingin meneliti tentang komite keperawatan kira2 yang pas itu judulnya apa yan, trimakasih atas jawabanya. wass

  14. nurdin basyarah berkata:

    met malam pak…
    mohon tanggapannya , bagaimana caranya agar komite perawatan dan bidang perawatan bisa sinergis . dan tidak terkesan rebutan job?
    mohon respon secepatnya..
    trims

  15. Jason berkata:

    Bekerja sesuai dengan tugas masing masing. Ada komentar dari temen kita Abang di “Komite Perawatan, Nasibmu Kini”, mungkin bisa sebagai referensi, walaupun tidak pasti seluruhnya benar.

  16. Sri Sukati berkata:

    Mas Jason, Kalau kita punya prinsip yang sama untuk memajukan perawat kenapa Komite dan Bidang harus ribut. Toh ada job masing-masing. Kalau perawat maju kan…… semua ikut bangga.

  17. Jason berkata:

    Mba Sri, itulah realita di lapangan di beberapa RS. Bahkan beberapa waktu lalu, ada cerita dari seorang direktur RS, katanya Bidang Perawatan sampai minta mengundurkan diri segala, karena merasa semua yang dilakukannya salah.
    Makanya prinsip saling menghormati dan menghargai mestinya dikedepankan.

  18. Darmansyah berkata:

    mhon info. .Dasar Hukum berdirinya Komite Perawat, Ad/Art, jobdiscrips Komite perawat. .mhon kirim via email ya thanks

  19. Irhas berkata:

    bulan ini kami sedang menayang POA kedepan mengenai Komite keperawatan kami. semoga berjalan lancar. amin

  20. LINA berkata:

    Met siang Mas Jason,sy kebetulan perawat yg mnduduki jabatan struktural sbg ka seksi keperawatan dan atas keinginan u/ melihat perawat maju maka sy memotivasi & menggagas trbentuknya komite keperawatan di RS kami. Alhamdulillah Komite Keperawatan sdh berdiri di akhir thn lalu & mulai aktif mengadakan pertemuan-pertemuan. Sekalipun ada kadang2 muncul perasaan spt yg digambarkan pada cerita di atas tapi sy tetap berusaha mengingat niat awal saya membentuk komite yaitu trdorong o/ keinginan kuat u/ melihat perawat maju.Insya Allah semoga tetap dapat berjalan secara bersama-sama & sinergi…amin…..

    jason : amiin Mba. turut berdoa dan berharap. Moga bisa terwujud dan istiqomah. Karena meminjam teorinya Renald Kasali, saat ini kita sedang menapaki era baru namanya Cracking Zone, dimana salah satu cirinya : kacang mudah lupa sama kulitnya, perubahan sikap dan mental bisa terjadi setiap detik.

  21. Diah Anggrainy berkata:

    Ass.. Di rumah sakit kami baru akan dibentuk Komite Keperawatan, dan saya dipercaya untuk menjadi Ketua Komite Keperawatan tersebut. Walaupun saya blm berpengalaman sebelumnya tapi saya siap untuk belajar guna memajukan keperawatan di rumah sakit kami. Yang masih saya bingungkan adalah ada beberapa sumber mengenai susunan sub komite yang seharusnya ada di bawah ketua komite. menurut pendapat Bapak sebaiknya sub komite apa saja yang ada di komite keperawatan sehingga bisa berjalan efektif dan efisien….? Trims atas sarannya ….

    jason :
    Gak usah terlalu banyak Mba. Yang penting bisa jalan: Pengembangan & Diklat; Standarisasi; Advokasi, Hukum & Etik

  22. Diah Anggrainy berkata:

    Terima kasih atas masukan Bapak… Bisakah Komite Keperawatan berjalan saja dulu tanpa adanya AD/ART…? Saya mohon bantuan Bapak untuk AD/ART dan Uraian Tugas Kepengurusan Komite Keperawatan itu sendiri Pak.. Rencananya sesuai saran dari Bapak Sub Komite terdiri dari 4 yaitu : Pengembangan & Diklat, Standarisasi dibagi menjadi dua yaitu Pelayanan Keperawatan dan Mutu Keperawatan, serta Hukum & Etika Keperawatan… Bila Bapak berkenan mohon kiranya dapat dijawab melalui email saja Pak.. Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s