IMPLEMENTASI ASKEP DENGAN WARNA

Semua orang dengan mata normal tahu warna yang terpancar pada benda yang ada disekitar kita, mulai hitam, merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan mungkin masih warna kombinasi hasil reka yasa manusia. Sangatlah mudah dengan hadirnya komputer dan printer membuat warna menjadi menjadi enak dipandang tetapi tidak jelas namanya (hanya code). Banyak manusia yang terkecoh membeli barang “mobil, motor, rumah bahkan obat-obatan” dengan desain warna mau membeli dengan harga tinggi walaupun mutu produknya rendah,
mengapa demikian karena visual kita merupakan indra yang sangat dekat untuk mempengaruhi keputusan emosi, termasuk warna komputer Anda sekarang ini
Kalau kita ambil positifnya dalam dunia keperawatan, sebagai alternatif implementasi dalam diagnosa keperawatan khususnya di Unit-unit pelayanan maka akan membantu proses penyembuhan pasien yang dirawat inap atau rawat jalan, mengapa demikian?
karena implemntasi warna pada asuhan keperawatan adalah methode penyembuhan atau pendukung pada penyakit dengan mengaplikasikan warna-warna yang tepat dalam bentuk yang lebih terpusat untuk mempengaruhi emosi pasien. Disamping itu warna merupakan informasi yang sangat berpengaruh terhadap gejala-gejala kehidupan yang penyakit yang berada dalam tubuh manusia melalui simpul-simpul getaran emosi warna . Dengan demikian asuhan perawatan dengan implementasi warna akan menghasilkan beberapa energi spesial dan fokus. hal ini dikarenakan prinsip penyembuhan dengan warna adalah menyeimbangkan kembali aura tubuh.
Erwin Kusuma, mendefinisikan aura adalah medan energi yang mengelilingi tubuh dimana Aura memiliki warna yang terdiri dari 7 warna pelangi, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu dan bisa dilihat dengan foto Kirlian atau scan aura video.
Implementasi Askep dengan warna hanya membantu proses penyembuhan atau sebagai pelengkap (complementary medicine) saja pada implemntasi Askep pada diagnosa-diagnosa keperawatan lainnya
Dalam implementasi dengan warna, ada beberapa metode atau teknik untuk memanfaatkan energi warna yang pada hakikatnya adalah cahaya yaitu teknik lewat visual warna (pandangan mata), lampu (penyinaran), pigmen (pakaian, sutera, atau makanan), atau metode solarized water (air berenergi matahari). Misalnya pada pasien dengan diagnosa perawatan “Nyeri” Implemantasi dengan warna yang dihasilkan dari Sinar Lampu, yaitu :
1. Di tempat yang kerdap sinar matahari atau sinar lain
2. Pasien duduk di ruangan yang terpapar sinar lampu
3. Berpakaian katun putih atau tanpa baju
4. Dapat juga lampu berwarna dipasang dimana pasien berada
5. Warna kuning dapat membantu merangsang otak, menghilangkan stres, menghilangkan gangguan mental, tetapi pengguanaannya harus hati-hati karena warna kuning bersifat stimulan dan bisa menyebabkan kelelahan dan depresi.
6. Penyinaran lampu biru :
• Paparan lampu biru 15 watt pada saat tidur dapat meningkatkan metabolisme dan anabolisme tubuh pada anak, serta dapat menenangkan.
• Penyinaran selama 15 – 30 menit setiap malam bisa menurunkan emosi, serta dapat meningkatkan kemampuan intelektual. Tetapi bila berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala, menimbulkan rasa malas, mengantuk, depresi, dan sedih.
Ini hanya sebagaian Asuhan keperawatan pada salah satu diagnosa perawatan saja dan bahkan bisa dikombinasikan dengan berbagai warna. Untuk itu pembaca khususnya Perawat cobalah di teliti dan ujicoba atas prakarsa ini agar kita (Perawat) bisa lebih maju lagi untuyk dikemudian hari.

Tentang Ronin Hidayat M.Kes

Saya adalah Wakil Ketua Bani Ma'soem, Anak dari Bpk Mukhson dan Ny. Kamsinah (almarhum)
Pos ini dipublikasikan di nursing artikel. Tandai permalink.

Satu Balasan ke IMPLEMENTASI ASKEP DENGAN WARNA

  1. Gendis berkata:

    Yang jelas implementasi warna hanya diperuntukkan bagi pasien yang tidak buta warna, lalu untuk yang buta warna gimana dong….apa pakai implementasi aroma (bau) seperti bau anyir, bau wangi, bau kecut (ketiak kali), bau tanah dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s