Jamkesmas, Siapa Peduli

Selasa, sekitar pukul 19.30 WIB, di depan IGD RS kami tiba-tiba dikagetkan oleh suara teriakan seorang ibu. Ibu itu berteriak karena suaminya yang sakit baru datang beberapa saat di IGD tiba-tiba pinsan (coma). Para pengantar pasien lain di depan IGD pun ikut ribut berusaha memberikan pertolongan.

Sebenarnya cerita ini tidak begitu menarik, kalau saja tidak ada cerita pendahuluan yang mengawalinya. Bagaimana ceritanya?

Sore itu, IGD RS kami penuh sesak dengan pasien, terjadi retensi sampai 12 pasien tertahan dua hari tidak dapat masuk ke Rawat Inap, karena seluruh rawat inap telah penuh. 12 pasien menumpuk di IGD, bagi RS kami memang sudah dianggap overload, karena IGD kami memang tidak mampu menampung banyak pasien dan mungkin tidak layak untuk sebuah IGD. Kamipun sudah berulang kali mengajukan relokasi untuk membangun IGD yang layak, tapi bila tidak mendapatkan support dari APBN/APBD, tentu kami tak akan mampu membangun IGD yang kami impikan itu.

Pasien yang baru datang tadi, karena IGD telah penuh, dipersilakan untuk ke RS lain atau sementara menunggu untuk disiapkan tempat tidur cadangan. Karena tidak ada tempat tidur dan pasien memaksa untuk tetap dapat dirawat di RS kami, akhirnya setelah diperiksa dipersilakan tetap duduk di korsa roda.

Perawat dan dokter meneruskan melayani pasien-pasien yang sudah masuk duluan sambil menyiapkan tempat tidur cadangan, tiba-tiba pasien itu pinsan dan nafasnya ngorok dalam posisi duduk di kursi roda. Semua orang tentu menjadi kaget. Akhirnya segera dievakuasi ke tempat tidur cadangan, diinfus dan lain-lain.

Ini mungkin satu kasus dari sekian banyak kasus yang muncul. Bila pengelolaan komunikasi dengan keluarga dan pasien tidak baik, sangat mungkin berita yang muncul adalah “gara-gara pasien jamkesmas, rumah sakit menolak memberikan pelayanan.” Berita seperti itu yang sering muncul di media.

Sebenarnya kasus retensi pasien di IGD sudah berulang kali terjadi. Ini disebabkan karena banyaknya pasien Jamkesmas yang mondok di RS. Mengapa Jamkesmas yang disalahkan?

Ooo…bukan disalahkan. Karakteristik pasien-pasien Jamkesmas itu berbeda dengan pasien biasa. Kita tahu, bahwa masyarakat yang masuk dalam daftar Jamkesmas adalah masyarakat miskin atau bahkan hidup di bawah garis kemiskinan. Dengan kondisi seperti itu, penyakit yang diderita oleh mereka kebanyakan adalah penyakit kronis dengan banyak komplikasi.

Bukankah faktor nutrisi kurang, pendidikan rendah dan pengetahuan terbatas menjadi faktor yang dapat memperberat kondisi sakit? Maka sekali mereka sakit, butuh waktu yang lebih lama untuk mendapatkan perawatan dan therapi di rumah sakit. Inilah yang menyebabkan lama Hari Rawat (LOS) untuk pasien-pasien ini menjadi lebih panjang.

Komitmen kami bahwa kami akan merawat semua pasien Jamkesmas, menyebabkan pasien-pasien Jamkesmas pun harus dirawat di kelas dua atau bahkan kelas satu, karena tempat tidur kelas tiga selalu penuh.

Maka melalui Blog ini, bagi para dermawan, orang-orang Depkes, Depdagri, Anggota Dewan atau siapapun yang peduli, bantu kami mengatasi masalah ini. Jangan sampai terjadi, “Orang miskin meninggal dunia dalam posisi berdiri di depan IGD RS kami karena antri tidak bisa terlayani.”

Pos ini dipublikasikan di berita perawat dan tag , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Jamkesmas, Siapa Peduli

  1. Mau dewasa berkata:

    Semoga masa depan Indonesia lebih baik untuk pelayanan di segala bidang.. kalau secara rasional nya mungkin harusnya dirujuk ke margono ya? kan menerima jamkesmas juga?

  2. PSIK FK UGM 2004 berkata:

    Assalamu’alaykum.

    Kami sudah update web kami pak. Monggo mampir pak….. Dari Jamkesmas, Puskemas sampai Gadar pak….. Kami minta tolong untuk semua CI di Banyumas merekomendasikan web kami http://www.psikugm2004.co.cc untuk semua praktikan di Banyumas pak… Terimakasih… Hidup perawat Indonesia!!!!

    Wassalamu’alaykum…

  3. Ong Rosyadi berkata:

    OK Mas .. sama-sama mas blog kita juga di promosikan ya .. nanti webnya saya link ke blog ini๐Ÿ˜€

  4. Hanif berkata:

    @ PSIK FK UGM 2004
    Ery2 Mekso banget sih..๐Ÿ˜€ .. tapi bner ko isu blogmu rekomended deh.. Butuh link ta? blogku tiba2 wes PR1 lho padahal sui tak tinggal ra tak openi

    jason:
    Diterima permintaan mas Ery…

  5. Edi berkata:

    Ini ada link buat RS yang mungkin memerlukan alternatif software klaim selain yang diberikan oleh DEPKES.
    http://ina-drg.blogspot.com/2009/08/alternatif-software-ina-drg.html

  6. Hublot berkata:

    Ini ada link buat RS yang mungkin memerlukan alternatif software klaim selain yang diberikan oleh DEPKES.
    <a href="http://ina-drg.blogspot.com/2009/08/alternatif-software-ina-drg.html&quot; rel="nofollow">http://ina-drg.blogspot.com/2009/08/alternatif-software-ina-drg.html</a&gt;;. All the best!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s